Wellington (ANTARA) - Pemerintah Selandia Baru berinvestasi sebesar 5 juta dolar Selandia Baru atau sekira Rp51,8 miliar untuk membiayai enam inisiatif demi menggaet lebih banyak wisatawan mancanegara ke sejumlah daerah, dengan pelancong China sebagai salah satu fokus.
Pendanaan pariwisata daerah tersebut meliputi 994.902 dolar Selandia Baru atau sekira Rp10,3 miliar untuk kampanye kuliner dan perhotelan Kiwi North guna menarik lebih banyak wisatawan asal China ke Rotorua di Pulau Utara.
Kemudian terdapat juga 994.902 dolar Selandia Baru lainnya untuk kampanye menarik wisatawan China ke Christchruch dan Pulau Selatan, demikian pernyataan pemerintah setempat, Senin.
Pendanaan itu akan mendukung kampanye regional kolaboratif yang dirancang untuk menarik wisatawan mancanegara agar berwisata, menginap, dan bersantap selama musim semi 2026 dan awal musim panas 2027, menjelang puncak musim pariwisata, tutur Menteri Pariwisata dan Perhotelan Selandia Baru Louise Upston dalam pernyataan tersebut.
"Kampanye-kampanye ini akan mendorong wisatawan asal Australia, Amerika Utara, dan China agar menginap lebih lama, berwisata lebih jauh, serta mendukung bisnis pariwisata dan perhotelan setempat," ujar Upston, seperti dikutip dalam pernyataan tersebut.
Pemerintah ingin lebih banyak wisatawan datang pada bulan-bulan yang lebih sepi dan berwisata melampaui pintu masuk utama Selandia Baru untuk menjelajahi berbagai wilayah di negara tersebut, imbuh Upston.
Enam kampanye tersebut akan menyuguhkan kuliner, wine, perhotelan, dan pengalaman wisatawan regional, serta membantu menyebarkan manfaat pertumbuhan pariwisata ke lebih banyak komunitas di seluruh Selandia Baru, papar pernyataan itu.
Penerjemah: Xinhua
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.