Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pihaknya masih menunggu perhitungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait kebutuhan penambahan alokasi anggaran mitigasi bencana.

"Ya, akan kita tingkatkan sesuai permintaan karena kan BNPB yang hitung. Nanti kita lihat seperti apa perhitungan BNPB, kan sekarang saya belum terima," kata Purbaya saat menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Purbaya mengatakan pihaknya masih menunggu perhitungan kebutuhan anggaran dari BNPB sebelum menentukan besaran tambahan anggaran mitigasi bencana.

"Jadi nunggu BNPB?" tanya wartawan.

"Iya lah, kalau enggak saya kasih ke mana?" jawab Purbaya.

Baca juga: Prabowo dorong kesiapsiagaan bencana karena Indonesia di Ring of Fire

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus ditambah secara signifikan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana di Indonesia.

"Kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat. Pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan," kata Prabowo saat membuka rapat terbatas penanganan bencana alam di Indonesia melalui konferensi video, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

Menurut Presiden, Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire memiliki risiko tinggi menghadapi berbagai bencana sehingga pemerintah perlu meningkatkan kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi.

Baca juga: Prabowo nilai respons pemerintah tangani bencana semakin cepat

Prabowo meminta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy untuk menyusun perencanaan mitigasi bencana dengan prinsip menyediakan sumber daya lebih banyak daripada kebutuhan minimum.

"Lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik. Jadi kita siap sebelum kejadian," ujarnya.

Kepala Negara juga meminta agar disiapkan lebih banyak ekskavator berukuran kecil di tingkat desa, khususnya di wilayah yang secara rutin menghadapi kebakaran hutan.

Prabowo menginstruksikan penyusunan master plan mitigasi bencana yang menyeluruh dan masif, termasuk penguatan sarana pendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Jadi nanti kita siapkan master plan yang menyeluruh dan yang masif," ucapnya.

Baca juga: Prabowo: Alokasi anggaran mitigasi bencana harus ditambah signifikan

Baca juga: Prabowo terapkan prinsip "lebih baik lebih" dalam mitigasi bencana

Baca juga: Prabowo siapkan kapal induk helikopter dan drone untuk hadapi bencana

Pewarta: Fathur Rochman/Genta Tenri Mawangi
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.