Pemicunya adalah wilayah-wilayah terutama di Papua Barat kemudian Papua, Maluku, Papua Selatan, Maluku Utara, Papua Tengah dan Papua Pegunungan ini menjadi pemicu kenapa hargaminyak goreng ini masih di atas HET

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut pemerintah mengoptimalkan distribusi Minyakita ke wilayah Indonesia Timur untuk menekan harga yang masih berada di atas Rp15.700 per liter atau harga eceran tertinggi (HET)

Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Bambang Wisnubroto mengatakan sejumlah wilayah di Indonesia Timur masih menjadi pemicu harga Minyakita berada di atas HET.

"Pemicunya adalah wilayah-wilayah terutama di Papua Barat kemudian Papua, Maluku, Papua Selatan, Maluku Utara, Papua Tengah dan Papua Pegunungan ini yang menjadi pemicu kenapa harga HET minyak goreng ini masih di atas HET," ujar Bambang dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah dipantau daring di Jakarta, Senin.

Menurut dia, pemerintah bersama BUMN Pangan, khususnya Perum Bulog dan ID FOOD, terus melakukan pendistribusian Minyakita ke daerah-daerah tersebut guna menekan kesenjangan harga.

Kemendag telah menggelar rapat bersama Bulog, BUMN Pangan, produsen dan distributor pada 20 Agustus 2026 untuk membahas optimalisasi distribusi Minyakita ke wilayah Indonesia Timur.

Baca juga: Bulog tunggu keputusan Kemendag soal DMO Minyakita 100 persen

Baca juga: Kemendag: Minyakita bergantung DMO bukan APBN

"Pada prinsipnya semua pihak sepakat untuk mengoptimalkan distribusi Minyakita ke wilayah Indonesia Timur dalam rangka menurunkan gap harga yang msih tinggi terutama di wilayah Indonesia Timur," jelasnya.

Selain memperkuat distribusi, Kemendag akan melakukan pengawasan langsung terhadap jalur distribusi Minyakita.

Pengawasan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi hambatan distribusi sekaligus memastikan kesesuaian antara kondisi di lapangan dan laporan yang disampaikan BUMN Pangan maupun pelaku usaha.

Bambang menyampaikan faktor kenaikan harga bahan baku juga turut mempengaruhi pembentukan harga minyak goreng. Saat ini HET Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter, sedangkan harga minyak sawit mentah (CPO) telah meningkat ke kisaran Rp16.000.

"Ini tentunya berpengaruh terhadap pembentukan harga di level produsen maupun di level konsumen," katanya.

Berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) pada minggu pertama September 2026, harga rata-rata nasional Minyakita Rp16.334 per liter atau di atas HET. Sementara itu, harga rata-rata nasional untuk semua jenis minyak goreng baik curah, premium ataupun Minyakita adalah Rp20.232 per liter.

Baca juga: Perum Bulog Surabaya salurkan 194 ribu liter MinyaKita ke pasar

Baca juga: Kemendag pastikan stok Minyakita aman, meski DMO CPO menyusut

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.