Jakarta (ANTARA) - Penyanyi K-pop Evan menuangkan kisah-kisahnya dalam album mini (Extended Play/EP) bertajuk Death of Me, yang dijadwalkan dirilis pada Senin pukul 18.00 waktu Korea Selatan.

Menurut warta kantor berita Yonhap pada Senin, album mini itu merupakan EP pertama Evan, yang dikenal dengan nama Heeseung sebelum keluar dari grup idola ENHYPEN pada Maret untuk meniti karier musik secara mandiri.

Evan merilis single digital perdana berjudul "Ride or Die" sebelum meluncurkan album mini Death of Me.

Dia menggambarkan album itu sebagai cermin, membuatnya merasa sedang berhadapan dengan dirinya sendiri.

"Album ini berisi kisah-kisah jujur dan apa adanya tentang keinginan saya untuk terus melangkah dan meraih lebih banyak hal, meskipun saya takut dengan apa yang ada di depan," katanya.

Album Death of Me terdiri atas lagu utama bergenre pop-R&B "Death of Me", single prarilis "Ride or Die", serta lagu "Not Enough," "Noise," "Twilight," "Immature," "Overflow," dan "Going Home."

Evan terlibat langsung dalam penggarapan Death of Me, termasuk ikut menggubah musik dan menulis lirik untuk hampir semua lagu dalam album itu.

"Banyak gagasan saya yang tercermin di seluruh album ini. Bagi saya, hal yang paling penting adalah menuangkan kisah-kisah yang berasal dari sisi terdalam diri saya yang tulus ke dalam lagu," katanya.

Baca juga: Heeseung eks Enhypen debut solo dengan nama panggung Evan

Menjelang peluncuran album mini perdananya, Evan menceritakan pengalamannya menjalani pengobatan kanker semasa kecil serta bagaimana pengalaman itu mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan.

"Proses pengobatannya berat dan menyiksa. Menjalani pengobatan itu meninggalkan dampak mendalam pada diri saya saat ini," kata Evan.

"Ada banyak orang di seluruh negeri yang sedang berjuang melawan kanker anak. Jika kisah ini bisa sampai kepada mereka, saya berharap cerita ini bisa menjadi sedikit penghiburan dan sumber harapan," ia menambahkan.

Evan menyampaikan bahwa dia ingin memberikan kekuatan kepada orang-orang yang sedang menghadapi tantangan melalui musik.

"Saya meyakini bahwa memberikan kekuatan kepada orang lain untuk mengatasi berbagai tantangan melalui musik, terutama saat mereka menghadapi situasi yang berat dan melelahkan, merupakan panggilan penting bagi saya," ujarnya.

Baca juga: Album baru ENHYPEN memuncaki Billboard 200

Baca juga: ENHYPEN akan singgah di Jakarta dalam tur "BLOOD SAGA"

Penerjemah: Sri Dewi Larasati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.