Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih akan melakukan penyemprotan water mist hingga Selasa (8/9), sebagai langkah mitigasi dan kesiapsiagaan mengantisipasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

“Water mist itu terus kita lakukan sampai dengan besok. Kami bahkan sudah meminta kepada gedung-gedung yang mempunyai fasilitas water mist untuk bisa dilakukan itu,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di Balai Kota, Senin.

Pramono mengatakan Pemerintah Jakarta juga akan terus bekerja sama antara Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Selain berupaya dengan melakukan water mist, Pramono mengatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) agar turun hujan juga akan dilakukan. Namun, hal ini dilakukan apabila terdapat awan di langit Jakarta.

“Karena memang kan sangat bergantung pada awannya. Bahkan pemerintah pusat juga merencanakan yang sama. Diprediksi pada tanggal 7-8 ini ada kemungkinan awannya bagus. Nah, kalau bisa dilakukan, saya sudah minta kepada BPBD yang memang punya kewenangan itu untuk melakukan OMC,” ujar Pramono.

Baca juga: Tekan polusi udara, Pemkot Jaksel operasikan "water mist"

Sebelumnya pada Minggu (6/9), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penyemprotan water mist secara serentak di lima wilayah Jakarta.

Pelaksanaan water mist akan terus dievaluasi dan dilakukan selama diperlukan. Pelaksanaan dilakukan secara paralel di lima wilayah Jakarta, dengan sejumlah koridor utama, antara lain Silang Monas serta Jalan M.H. Thamrin–Jenderal Sudirman.

Di Jakarta Utara, penyemprotan dilakukan di Jalan Yos Sudarso dari Tanjung Priok hingga Cempaka Mas, Jalan Gunung Sahari, dan Jalan Pluit. Di Jakarta Pusat, kegiatan mencakup koridor Cempaka Mas hingga Green Pramuka.

Di Jakarta Timur, penyemprotan dilakukan dari Green Pramuka hingga UKI serta kawasan Terminal Kampung Melayu hingga PGC Cawang.

Sementara di Jakarta Selatan mencakup Jalan Rasuna Said dari depan KPK hingga Pejaten Village serta Jalan M.T. Haryono hingga Semanggi.

Di Jakarta Barat, penyemprotan dilakukan di sepanjang Jalan Slipi, Tomang, dan sekitarnya. Untuk mendukung mitigasi, Gulkarmat DKI mengoperasikan water mist di tujuh titik.

Masing-masing titik diperkuat dua unit sehingga total terdapat 14 unit dengan dukungan 70 personel. Setiap dua unit memiliki kapasitas tangki 10.000 liter.

DLH DKI mengerahkan satu unit water mist mobile berkapasitas 1.000 liter serta dua tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Sementara itu, Distamhut mengerahkan 77 tangki dan 144 personel.

Baca juga: DKI lakukan water mist di lima wilayah guna antisipasi abu vulkanik

Baca juga: DKI perketat pemantauan kualitas udara imbas sebaran abu vulkanik

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.