Jakarta (ANTARA) - Suasana belajar yang menyenangkan dapat membantu anak mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, hingga keberanian mencoba hal baru, demikian Psikolog Anak dan Keluarga, Irma Gustiana A. S.Psi., M.Psi., Psikolog.

"Anak akan lebih mudah belajar ketika merasa aman secara emosional, dihargai, dan memiliki kesempatan bereksplorasi tanpa takut melakukan kesalahan," kata Irma dalam kegiatan Oreo Berbagi Inspirasi bersama Fatayat NU di Jakarta, Minggu (6/9).

Dalam keterangan Oreo pada Senin, Irma mengatakan lingkungan belajar yang positif tidak hanya membantu anak memahami materi pembelajaran, tetapi juga dapat mendukung perkembangan sejumlah kemampuan yang dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang.

Ia mengatakan suasana belajar yang menyenangkan dapat mendorong rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, serta keberanian anak untuk mencoba hal-hal baru.

Pendekatan tersebut, kata dia, dapat diterapkan melalui aktivitas sederhana yang memungkinkan anak belajar sekaligus bermain dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.

Baca juga: Fatayat NU di muktamar: Tidak boleh ada kekerasan pada perempuan-anak

Peran orang tua menjadi penting karena rumah merupakan salah satu lingkungan pertama tempat anak memperoleh pengalaman belajar. Interaksi sehari-hari antara orang tua dan anak dapat menjadi kesempatan untuk membangun rasa aman sekaligus mendorong anak mengeksplorasi lingkungannya.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan mengatakan orang tua perlu meluangkan waktu untuk mendampingi anak selama masa tumbuh kembang.

"Apa yang dilihat, kata-kata yang keluar, serta cinta kasih yang diberikan orang tua akan diperhatikan oleh anak. Karena itu, mari kita berkomitmen meluangkan waktu bersama anak, untuk mendidik dan mendampingi mereka," ujar Veronica.

Ia menilai penguatan peran perempuan dan keluarga perlu dilakukan secara bersama-sama melalui kolaborasi berbagai pihak agar dapat memberikan dukungan yang lebih baik bagi tumbuh kembang anak.

Sementara itu, Wakil Sekretaris PP Fatayat NU Hj. Kusnainik mengatakan ibu memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang mendukung proses belajar anak sejak dari rumah.

"Kami meyakini bahwa ibu memiliki peran strategis dalam menghadirkan lingkungan yang mendukung proses belajar anak sejak dari rumah," katanya.

Ia mengatakan para ibu juga membutuhkan ruang untuk saling belajar dan berbagi pengalaman mengenai pengasuhan serta pendampingan anak.

Baca juga: 8 cara melatih motorik anak agar tumbuh kembang optimal, mudah dilakukan di rumah

Dalam kegiatan tersebut, lebih dari 100 ibu yang berasal dari anggota Fatayat NU, edukator, dan perwakilan Jakarta Islamic Center mengikuti pembekalan mengenai pengalaman belajar yang positif bagi anak.

Peserta juga mendapatkan pengenalan mengenai pendekatan playful learning atau belajar sambil bermain melalui aktivitas literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris. Setelah pembekalan, peserta mengikuti simulasi dan praktik penggunaan metode tersebut agar dapat diterapkan dalam aktivitas bersama anak di rumah.

Kegiatan itu merupakan kolaborasi Oreo dan Fatayat NU melalui program Oreo Berbagi Inspirasi dengan tema "Dorong Generasi SERU Tumbuh Lebih Bermakna Melalui Pembelajaran Seru".

Country Head of Corporate and Government Affairs Mondelēz Indonesia Marfusita Hamburgiwati mengatakan pengalaman belajar yang positif dapat dibangun melalui berbagai aktivitas sederhana bersama keluarga.

"Kebersamaan dihadirkan melalui aktivitas seperti belajar dan bermain bersama, anak dapat merasa lebih nyaman untuk bereksplorasi, mencoba hal baru, dan mengembangkan potensinya," ujarnya.

Menurut dia, dukungan keluarga menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang membantu anak tumbuh dan berkembang.

Baca juga: Menjaga saluran cerna anak demi tumbuh kembang optimal

Baca juga: 10 makanan untuk perkembangan otak anak agar lebih cerdas dan mudah berkonsentrasi

Baca juga: Dokter: Terapi hormon pertumbuhan pada anak harus berdasar diagnosis

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.