alokasi persetujuan impor (PI) bawang putih yang telah diterbitkan mencapai kurang lebih 601.650 ton, dengan realisasi pemasukan hingga saat ini sekitar 346.643 ton atau 57,67 persen
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong importir mempercepat realisasi pemasukan dan distribusi bawang putih impor guna memastikan ketersediaan pasokan sekaligus menekan disparitas harga antarwilayah.
Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Bambang Wisnubroto mengatakan alokasi persetujuan impor (PI) bawang putih yang telah diterbitkan mencapai kurang lebih 601.650 ton, dengan realisasi pemasukan hingga saat ini sekitar 346.643 ton atau 57,67 persen.
"Kami dari Kementerian Perdagangan secara berkala mengundang importir yang memiliki PI untuk mendapatkan update kondisi pemasukan bawang putih ke dalam negeri serta menginventarisasi kendala-kendala apa yang menjadi hambatan," kata Bambang dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dipantau secara daring di Jakarta, Senin.
Ia menyebut dalam rapat koordinasi dengan importir yang dilakukan pada awal Agustus 2026, Kemendag mendorong seluruh pemegang PI untuk mempercepat realisasi impor serta menyampaikan laporan pemasukan secara rinci.
Laporan tersebut mencakup volume impor, waktu kedatangan, negara asal, pelabuhan pemasukan, hingga rencana distribusi bawang putih di dalam negeri.
Kemendag juga meminta importir meningkatkan distribusi ke wilayah Indonesia bagian barat, khususnya Jawa, dan Indonesia Timur masih cukup tinggi sehingga pemerataan distribusi menjadi salah satu perhatian pemerintah.
Baca juga: Mendag evaluasi kuota impor bawang putih sesuai kondisi pasar
Baca juga: Kemendag: Harga bawang putih nasional berangsur turun
"Kemudian dalam rangka pemerataan pasokan nasional, importir juga kami arahkan untuk meningkatkan distribusi ke wilayah yang masih memerlukan penguatan pasokan khususnya wilayah Indonesia Timur," jelasnya.
Untuk memperluas jaringan distribusi, Kemendag juga memfasilitasi business matching antara importir dengan distributor di wilayah Indonesia Timur.
Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat penyaluran bawang putih ke daerah yang membutuhkan sehingga pasokan di pasar lebih merata dan disparitas harga antarwilayah dapat ditekan.
Lebih lanjut, Kemendag mencatat bahwa per awal Agustus 2026, sebagian besar bawang putih yang telah diimpor oleh pemegang PI sudah didistribusikan ke pasar.
Sementara itu, stok bawang putih yang masih berada di gudang importir akan terus dipantau dan dikawal agar segera disalurkan ke pasar.
"Kami akan monitor terus, sedang sisa stok di gudang akan segera disalurkan. Kami akan kawal terus kepada importir untuk mempercepat barang bawang putih yang sudah masuk ke Indonesia untuk segera didistribusikan ke pasar-pasar," ujar Bambang.
Baca juga: Kemendag: Bawang putih impor segera masuk, harga ditargetkan turun
Baca juga: Kemendag optimalkan distribusi Minyakita ke Indonesia Timur
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.