Jakarta (ANTARA) - Jajaran kepolisian membagikan ribuan masker gratis kepada pengguna jalan di sejumlah ruas jalan protokol di Jakarta Barat, untuk mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat menurunkan personelnya sejak pukul 06.00 WIB untuk membagikan masker secara gratis kepada para pengendara.

Pembagian difokuskan di 10 titik persimpangan padat kendaraan, seperti Traffic Light (TL) Asemka, TL Relasi, TL Pesing, TL Jembatan Dua, TL Grogol, TL Slipi, TL Tomang, TL Cengkareng, TL Daan Mogot Baru, hingga TL Ring Road Kembangan.

Kasat Lantas Polres Metropolitan Jakarta Barat Kompol Reza Hafiz Gumilang menegaskan, aksi tersebut dilakukan untuk melindungi kesehatan saluran pernapasan masyarakat dari paparan abu vulkanik.

"Keselamatan masyarakat merupakan prioritas. Kami mengimbau para pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, menggunakan masker, dan mengikuti informasi resmi terkait kondisi abu vulkanik," ujar Reza saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Sementara itu, petugas gabungan Pemkot Jakarta Barat juga melakukan penyemprotan jalan (water mist) untuk mengurangi debu di udara.

Penyemprotan menyasar wilayah kawasan Kota Tua, termasuk Jalan Kopi, Jembatan Kota Intan, Taman Kota Intan, hingga Jalan Kunir Raya.

Selain Kota Tua, armada pemadam juga menyisir kawasan Tomang dan Kembangan.

Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat, Suheri, menyebutkan pihaknya menerjunkan armada pemadam yang melakukan pengisian ulang air berkali-kali untuk memastikan area terbasahi dengan maksimal.

"Kegiatan ini setidaknya mengurangi dampak abu vulkanik yang rawan mengganggu kesehatan masyarakat. Ke depan kami siap mengerahkan armada kembali bila dibutuhkan," kata Suheri.

Baca juga: Petugas gabungan lakukan penyemprotan "water mist" di Kota Tua

Baca juga: DKI sebut pengoperasian "water mist" kurangi sebaran abu vulkanik

Baca juga: Polisi bagikan masker untuk ojol di tengah sebaran abu vulkanik

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.