Jakarta (ANTARA) -
Makanan olahan kerap dianggap kurang sehat, terutama bagi orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan, namun tidak semua makanan olahan perlu dihindari, beberapa di antaranya justru dapat menjadi pilihan praktis dan tetap bernutrisi jika dipilih dengan tepat.
Menurut laporan laman EatingWell, Senin, makanan olahan seperti kacang kalengan, yoghurt tawar, dan sayuran beku dapat menjadi bagian dari pola makan untuk mendukung penurunan berat badan.
Ahli diet terdaftar Lainey Younkin, M.S., RD, mengatakan pilihan makanan olahan sebaiknya mengutamakan kandungan protein dan serat serta rendah gula tambahan dan natrium.
Kacang kalengan
Kacang kalengan, seperti kacang hitam dan kacang arab, dapat menjadi pilihan praktis karena mudah disimpan dan siap digunakan dalam berbagai hidangan.
Kacang juga kaya protein dan serat yang dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Saat memilih kacang kalengan, sebaiknya pilih produk tanpa tambahan natrium atau bahan tambahan lain. Jika tersedia, periksa label nutrisi sebelum membeli.
Baca juga: Hati-hati, konsumsi makanan ultra-proses bisa perpendek harapan hidup
Yoghurt tawar
Yoghurt juga dapat menjadi pilihan, terutama jenis tawar tanpa tambahan pemanis atau perasa. Yoghurt Yunani atau greek yoghurt yang disaring mengandung protein berkualitas tinggi dapat membantu memberikan rasa kenyang dan mempertahankan massa otot selama menurunkan berat badan.
Ahli gizi Lisa Young, Ph.D., RDN, menyarankan yoghurt Yunani tawar tanpa pemanis dan menambahkan buah, kacang, atau biji-bijian sendiri. Dengan begitu, yoghurt dapat memberikan tambahan serat, lemak sehat, dan rasa manis alami tanpa harus bergantung pada produk yang sudah diberi pemanis.
Sayuran beku
Sayuran beku juga termasuk makanan olahan karena telah melalui proses tertentu, tetapi tetap dapat menjadi pilihan sehat. Selain praktis, sayuran beku dapat membantu menambah asupan serat dan membuat porsi makanan lebih banyak tanpa menambah terlalu banyak kalori.
Lainey Younkin mengatakan sayuran beku yang sudah dipotong dapat menghemat waktu sehingga lebih mudah dikonsumsi secara rutin. Namun, sebaiknya pilih sayuran beku tanpa tambahan saus atau bumbu jika ingin mengurangi asupan natrium dan kalori.
Baca juga: Pilihan makanan juga bisa berpengaruh pada kesehatan mental
Makanan olahan tidak perlu dipandang sebagai makanan yang sepenuhnya baik atau buruk untuk penurunan berat badan. Yang lebih penting adalah pola makan secara keseluruhan, ukuran porsi, serta keseimbangan asupan kalori.
Sementara itu, makanan ultra-proses yang tinggi kalori, gula, lemak, tetapi rendah protein dan serat sebaiknya lebih jarang dikonsumsi. Contohnya makanan ringan kemasan, makanan beku tertentu, sereal tinggi gula, dan minuman bersoda.
Dengan demikian, memilih makanan olahan untuk mendukung penurunan berat badan bukan berarti harus menghindari semua produk dalam kemasan. Pilihan yang praktis, kaya nutrisi, dan sesuai kebutuhan justru dapat membantu pola makan sehat lebih mudah dijalankan secara konsisten.
Baca juga: Ibu hamil sebaiknya hindari konsumsi alkohol hingga makanan olahan
Baca juga: Studi sebut makanan olahan ultra bisa sebabkan gigi tonggos anak
Baca juga: Sering konsumsi makanan olahan bisa mempercepat menstruasi
Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.