Moskow (ANTARA) - Jumlah kasus Ebola terkonfirmasi di Republik Demokratik Kongo meningkat menjadi 6.604 kasus, dengan 3.175 kematian yang dilaporkan, menurut Institut Nasional Kesehatan Masyarakat (INSP) Kongo pada Senin.
"Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, tercatat 82 kasus baru dan 41 kematian. Total jumlah kasus, sejak awal wabah, telah mencapai 6.604, dengan 3.175 kematian," menurut pernyataan tersebut.
Para dokter dan pekerja kemanusiaan di Ituri dan Kivu Utara, yang diwawancarai Washington Post, menyebutkan data statistik resmi mungkin hanya mencerminkan sebagian dari jumlah kasus sebenarnya.
Baca juga: Korban meninggal akibat Ebola di Kongo 3.000 orang lebih
Banyak orang terinfeksi tidak tercatat dalam sistem pemantauan epidemiologi, sedangkan sebagian besar lainnya meninggal dunia di luar fasilitas medis.
Hingga kini, baik vaksin maupun pengobatan untuk jenis baru Ebola Bundibugyo belum memiliki izin resmi. Namun, data laboratorium menunjukkan vaksin Ebola Ervebo, yang dikirim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ke Kongo, mungkin dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit tersebut.
Pada 20 Agustus lalu, WHO melaporkan telah mengirim 70 ribu dosis vaksin Ervebo ke Kongo. Vaksin tersebut untuk melindungi tenaga kesehatan dan keperluan uji klinis.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Kasus Ebola di Kongo tembus 6.100, korban meninggal 2.950
Baca juga: WHO: Wabah Ebola di Kongo jadi terbesar kedua sepanjang sejarah
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.