Total luas lahan yang terbakar hingga saat ini mencapai 253 hektare

Palembang (ANTARA) - Wali Kota Palembang, Sumatera Selatan, Ratu Dewa menyebutkan sebanyak 297 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah setempat hingga September 2026.

"Selama periode Januari 2026 hingga saat ini tercatat sebanyak 297 kasus karhulta terjadi di Kota Palembang," kata Ratu Dewa saat meninjau posko karhutla di Kecamatan Alang-alang Lebar, Kota Palembang, Senin.

Dia mengatakan, wilayah terdampak karhutla antara lain tersebar di Kecamatan Gandus, Kertapati, Alang-alang Lebar, Ilir Barat I, Sematang Borang dan wilayah lainnya.

"Total luas lahan yang terbakar hingga saat ini mencapai 253 hektare," katanya.

Baca juga: Manggala Agni padamkan karhutla di Teluk Limau Muara Enim

Menurutnya, saat ini pihaknya telah mengambil kebijakan menugaskan para petugas posko untuk berada di titik-titik terdekat atau lokasi beresiko karhutla.

"Jadi nantinya tidak terlalu lama untuk menuju lokasi. Minimal 5 menit bisa langsung ke lokasi untuk melakukan pemadaman api. Ini berlaku di seluruh kecamatan," jelasnya.

Selain itu, untuk memperkuat penanganan karhutla belum lama ini pihaknya menerima bantuan logistik dan peralatan penanggulangan bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Bantuan dari BNPB yang disalurkan untuk Kota Palembang berupa 25 pcs alat pelindung diri (APD), lima roll selang 1,5 inci, empat unit pompa jinjing 2 HP, dua unit mesin pompa air 6 HP, dua pcs nozzle, serta dua unit flexible tank.

"Bantuan tersebut sesuai dengan kebutuhan yang sebelumnya telah diusulkan Pemkot Palembang untuk memperkuat penanganan karhutla di lapangan," katanya.

Baca juga: Polda Gorontalo kerahkan personel bantu atasi Karhutla di Bone Bolango

Pewarta: Edo Purmana
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.