Jakarta (ANTARA) - Pembalap Mercedes Kimi Antonelli mengaku tak pernah membayangkan bisa menjuarai Formula 1 GP Italia yang berlangsung di Sirkuit Monza, Minggu (6/9).
Pembalap Italia tersebut memulai balapan dari posisi paling belakang setelah terkena penalti karena perubahan mesin, namun ia mampu tampil mengejutkan dengan menjadi jawara di GP Italia.
"Luar biasa, saya sangat senang dan saya tidak pernah membayangkan bisa memenangkan balapan ini tapi kami bekerja keras untuk membuktikannya dan saya sangat senang," kata Kimi dikutip dari Formula 1, Senin.
Kimi mengaku strateginya berjalan dengan baik seusai bendera merah berhenti berkibar selepas insiden pembalap Ferrari Charles Leclerc yang menabrak pagar pembatas.
Baca juga: Hamilton ingin Ferrari lakukan perubahan usai gagal total di GP Italia
Sejak saat itu, Kimi percaya bahwa dirinya bisa menerobos posisi terdepan untuk mengungguli rekan setimnya George Russell yang masih kesulitan untuk bisa mempertajam catatan waktunya.
"Pada akhirnya, kami mengambil pit stop dan Russell berada di jalur luar dan dia sedikit kesulitan dengan kondisi bannya hingga akhir. Dengan ban yang jauh lebih baik aku bisa terus meningkatkan kecepatanku dan mengasahnya untuk bisa memperoleh kemenangan," ungkap Kimi mengenai strateginya.
Kimi menjadi pembalap Italia yang memenangkan balapan GP Italia setelah terakhir kali dimenangkan oleh Ludovico Scarfiotti pada tahun 1966.
Kemenangan ini juga semakin mamantapkan posisi Kimi di puncak klasemen sementara dengan 267 poin.
Baca juga: Kimi Antonelli rengkuh kemenangan ketujuh musim 2026 di Italia
Baca juga: Pierre Gasly cetak sejarah dengan start terdepan di Monza
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.