Medan (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara mencatat 1.948 jiwa terdampak akibat bencana banjir yang melanda Kota Medan, Senin.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan jumlah tersebut merupakan data yang diterima di Pusdalops Sumut.

"Berdasarkan laporan Pusdalops Sumut. 1.948 jiwa terdampak banjir di Kota Medan," ujar Sri Wahyuni Pancasilawati di Medan, Senin.

Ia mengatakan banjir yang mengakibatkan ribuan masyarakat terdampak tersebut melanda tiga kelurahan satu kecamatan.

Pusdalops mendata kelurahan yang terlanda yakni Kelurahan Hamdan, Kelurahan Sei Mati dan Kelurahan Aur di Kecamatan Medan Mainum.

"Dari jumlah tersebut. 817 kepala keluarga terdampak," kata dia.

Baca juga: Tiga wilayah di Provinsi Sumatera Utara diterjang bencana banjir

Selain jiwa, banjir yang melanda Ibu Kota Sumatera Utara itu juga mengakibatkan 482 rumah terdampak tersebar di tiga kelurahan.

Kelurahan Sei Mati merupakan kelurahan yang paling terdampak dengan tercatat 275 unit, disusul Kelurahan Hamdan 127 unit dan Kelurahan Aur 80 unit.

Sri mengatakan berbagai upaya penanganan atas kejadian bencana tersebut telah dilakukan pemerintah setempat dan sejumlah pemangku kebijakan terkait.

Pemerintah kota setempat bersama pemangku kebijakan terkait, kata dia, melakukan evakuasi masyarakat yang terdampak banjir serta melakukan asesmen dan upaya lainnya.

Selain itu, kata dia, BPBD Sumut juga melakukan koordinasi dalam hal penanganan bencana di lokasi terdampak.

"Kondisi terkini, berdasarkan laporan, banjir di sejumlah lokasi mulai surut," ujarnya.

Baca juga: Pusdalops Sumut catat 3.406 KK terdampak banjir di Kabupaten Langkat

Baca juga: Pusdalops: 20 rumah rusak parah akibat cuaca ekstrem di Sumut

Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.