Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyiapkan 5.582 personel dari Mabes Polri untuk diperbantukan atau di-BKO-kan kepada Kepolisian Daerah (Polda) yang membutuhkan dukungan dalam menghadapi bencana.
"Jumlah ini adalah kekuatan yang ada di Mabes Polri untuk nantinya di-BKO-kan kepada Polda yang memerlukan perbantuan dari Mabes Polri," kata Wakil Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Waastamaops) Kapolri Irjen Pol. Laksana usai apel gelar pasukan Lapangan Satlat Brimob Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, dikutip dari keterangan resmi.
Laksana mengatakan dukungan yang diberikan Polri tidak hanya berupa personel, tetapi juga berbagai peralatan untuk mendukung penanganan bencana.
Peralatan tersebut meliputi helikopter, pesawat fixed wing, kendaraan operasional, dapur lapangan, water treatment, kendaraan kesehatan hingga personel psikologi untuk memberikan layanan trauma healing.
Selain itu, Polri juga menyiapkan personel dengan kemampuan khusus untuk mendukung proses pencarian, evakuasi dan perawatan korban. Seluruh kekuatan tersebut dapat digerakkan ke Polda yang terdampak apabila membutuhkan perbantuan.
"Dan apabila Polda yang tidak terkena dampak bencana bisa membantu Polda yang terdampak bencana," ucapnya.
Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama Polri dalam setiap langkah penanganan bencana maupun konflik sosial.
Prinsip tersebut menjadi landasan Polri dalam menyiapkan kekuatan personel dan sarana prasarana melalui Operasi Aman Nusa I dan Operasi Aman Nusa II.
"Secara prinsip, keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi. Salus Populi Suprema Lex Esto. Ini menjadi salah satu prinsip dari kita," ujar Isir.
Ia mengatakan Polri terus mengawal proses pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kini mulai memasuki tahap pemulihan.
Di sisi lain, Polri juga terus menangani ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah prioritas, salah satunya Kalimantan Barat. Penguatan dilakukan melalui satuan tugas penyuluhan dan edukasi untuk memetakan serta menangani akar persoalan karhutla.
Selain itu, Polri mencermati peningkatan aktivitas vulkanik sejumlah gunung api di Indonesia, mulai dari Gunung Sinabung di Sumatera Utara, Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Lewotobi di NTT hingga Gunung Ibu di Maluku Utara.
"Polda-Polda yang di mana ada gunung-gunung berapi yang menunjukkan aktivitas vulkanik itu kemudian sudah dalam kondisi yang siap siaga untuk melakukan langkah-langkah penanggulangan," kata Isir.
Baca juga: Polri siapkan personel hadapi potensi bencana alam-konflik sosial
Baca juga: Polri tetapkan 138 tersangka karhutla, delapan korporasi dalam proses
Baca juga: Perkuat pencegahan karhutla, Polri kembali turunkan Satgas Edukasi
Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.