Colombo (ANTARA) - Kapasitas total waduk Sri Lanka telah turun menjadi sekitar 47,3 persen karena cuaca kering dan panas terus berlanjut di seluruh negeri, kata Departemen Irigasi pada hari Senin.
Meskipun terjadi penurunan permukaan air, cadangan yang ada diperkirakan cukup untuk menyelesaikan sisa periode musim tanam Yala tradisional negara itu, yang berlangsung dari Mei hingga September, kata H.M.P.S.D. Herath, direktur Manajemen Air di Departemen Irigasi.
Stok yang tersedia juga diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan air minum di daerah yang bergantung pada waduk hingga hujan berikutnya, ujarnya.
Tingkat air di waduk-waduk utama yang dikelola oleh Departemen Irigasi saat ini berada di sekitar 34,4 persen, sementara waduk di distrik Ampara, Batticaloa, dan Trincomalee berada di sekitar 20 persen.
Herath mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat, baik untuk keperluan pertanian maupun minum, seraya mencatat bahwa suhu tinggi telah meningkatkan kehilangan air akibat penguapan dari waduk.
Pewarta: Xinhua
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.