Istanbul (ANTARA) - Otoritas Kosovo, Senin (7/9), menandatangani perjanjian partisipasi dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza.
Pasukan Keamanan Kosovo (KSF) mengumumkan penandatanganan perjanjian partisipasi dalam ISF tersebut melalui media sosial.
"Sebagai bagian dari kunjungan resmi ke Kosovo oleh Mayor Jenderal Jasper Jeffers, Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) Gaza, beserta stafnya, sebuah Perjanjian Partisipasi telah ditandatangani antara perwakilan Dewan Perdamaian/ISF Gaza dan Komandan KSF Letnan Jenderal Bashkim Jashari," menurut pernyataan tersebut.
Dalam upacara penandatanganan itu, Jeffers dilaporkan memuji "keputusan dan kesiapan" Kosovo untuk berkontribusi pada misi internasional tersebut, serta "menekankan pentingnya kontribusi KSF terhadap upaya perdamaian, keamanan, dan stabilitas."
Sementara itu, Jashari menegaskan bahwa partisipasi KSF dalam misi keamanan internasional "merupakan bagian dari visi Kosovo untuk memberikan kontribusi nyata dalam mendorong perdamaian dan keamanan dunia."
"Komandan KSF menekankan bahwa KSF bertujuan untuk terus meningkatkan kontribusinya terhadap keamanan internasional, dengan tujuan strategis yang jelas untuk beralih dari pengimpor keamanan menjadi pengekspor keamanan, melalui kontribusi aktif dalam membangun dan memelihara perdamaian serta keamanan bersama sekutu dan mitra internasional," tambah pernyataan tersebut.
Dewan Perdamaian menerbitkan peta jalan pada 31 Juli untuk pelaksanaan tahap selanjutnya dari rencana Gaza, yang mencakup pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel secara bertahap, pengalihan administrasi kepada komite teknokratis Palestina, pengerahan pasukan stabilisasi internasional, serta rekonstruksi.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Israel masih gempur Gaza, lima orang tewas dan 30 lainnya terluka
Baca juga: Indonesia kutuk petinggi zionis yang dukung pengusiran warga Gaza
Baca juga: Sekitar 846.000 siswa Palestina kembali bersekolah di Tepi Barat
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.