Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyampaikan peningkatan kompetensi aparatur merupakan salah satu bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan nasional.
Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan dalam konteks kesiapsiagaan nasional, salah satu fokus utamanya merupakan peningkatan kemampuan aparatur yang mencakup Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
"Tak hanya perlu dibekali kemampuan teknis penanggulangan teror, aparatur juga memerlukan kemampuan manajerial agar tidak ada satu pun personel yang terpapar paham radikal terorisme," ujar Eddy saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Dengan demikian, dia menilai upaya mencegah terorisme tidak hanya membutuhkan kesiapan aparat keamanan, tetapi juga aparatur negara yang memiliki kompetensi, ketahanan ideologi serta kemampuan mengenali dan merespons berbagai potensi ancaman sejak dini.
Untuk memperkuat hal tersebut, BNPT bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang penguatan kerja sama di bidang pengembangan kompetensi aparatur, peningkatan kualitas kebijakan serta penguatan kesiapsiagaan nasional.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap terwujudnya aparatur negara yang semakin profesional, adaptif, dan memiliki pemahaman yang memadai mengenai pencegahan radikalisme dan terorisme.
Untuk itu, Eddy menuturkan upaya pencegahan dapat dilakukan lebih dini dan tidak semata-mata mengandalkan penanganan setelah ancaman muncul.
Menurutnya, LAN merupakan mitra strategis dalam melakukan penguatan kompetensi aparatur pada akhirnya tidak hanya memberikan manfaat bagi institusi pemerintah, tetapi juga bagi masyarakat.
Dikatakan bahwa aparatur yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baik akan lebih siap menjalankan tugas pelayanan publik sekaligus mendukung upaya negara dalam mencegah berbagai potensi ancaman terhadap keamanan masyarakat.
"LAN merupakan mitra strategis sebagai tempat membina karier sekaligus meningkatkan kompetensi para anggota ASN," ucapnya.
Senada, Kepala LAN Muhammad Taufiq menyambut baik kerja sama tersebut. Dia menilai pencegahan terorisme membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan memperkuat ketahanan aparatur dan lingkungan birokrasi.
"Merawat bangsa adalah tugas kita bersama melalui kolaborasi. Isu terorisme mungkin terlihat memiliki intensitas rendah di permukaan saat ini, namun pola penyebarannya terus berkembang. Maka, aparatur harus selalu siaga," ujar Taufiq.
Ia menilai perkembangan pola penyebaran paham radikal dan ekstremisme kekerasan membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga penguatan kebijakan dan kapasitas sumber daya manusia.
Untuk itu, BNPT dan LAN mendorong kajian yang dilakukan secara lintas sektor guna memetakan berbagai faktor yang dapat memengaruhi ketahanan lingkungan pemerintahan terhadap paham radikal dan ekstremisme kekerasan.
Kerja sama BNPT dan LAN juga diarahkan pada pengembangan materi pembelajaran mengenai pencegahan terorisme yang dapat digunakan dalam pengembangan kompetensi aparatur.
Materi tersebut akan dikembangkan dalam berbagai format, baik konvensional maupun digital sehingga dapat dipelajari secara lebih mudah dan fleksibel.
Taufiq mengatakan BNPT dan LAN bisa bersama-sama menyusun materi pembelajarannya untuk disampaikan saat penguatan dasar karakter bisa kita buat dalam bentuk buku fisik atau digital (e-learning).
"Materi pencegahan ini nantinya dapat diakses dengan mudah oleh para ASN, bahkan tidak menutup kemungkinan juga dirancang agar dapat diakses oleh masyarakat luas," tutur dia.
Disebutkan bahwa langkah tersebut menjadi penting karena pencegahan terorisme membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Masyarakat yang memiliki pengetahuan mengenai ancaman radikalisme dan ekstremisme kekerasan, kata dia, akan lebih mampu mengenali potensi ancaman, menyikapinya secara tepat serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang mendorong kebencian dan kekerasan.
Baca juga: BNPT perkuat deradikalisasi cegah kembali terlibat terorisme
Baca juga: BNPT-Kemendikdasmen deklarasi lingkungan pendidikan aman untuk anak
Baca juga: BNPT: 620 anak terpapar radikalisme melalui media sosial
Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.