Jakarta (ANTARA) - Dalam setiap bencana, pekerjaan komunikasi sering dianggap selesai ketika informasi resmi sudah disampaikan. Padahal, justru setelah informasi keluar, pekerjaan komunikasi baru dimulai.
Ketika gunung api meletus, misalnya, pemerintah harus menjelaskan perubahan kondisi, menyampaikan rekomendasi, dan memastikan warga mengetahui apa yang harus dilakukan. Pada saat yang sama, masyarakat mencari informasi dari banyak arah. Ada yang menunggu keterangan pemerintah, ada yang melihat media sosial, bertanya kepada keluarga, atau meneruskan informasi dari grup percakapan.
Di tengah situasi tersebut, persoalan bukan semata-mata seberapa cepat pemerintah mengeluarkan pernyataan. Yang lebih menentukan adalah apakah masyarakat dapat memahami situasi yang sedang berlangsung dan membedakan informasi yang harus dipercaya dari informasi yang belum jelas sumbernya.
Ini menjadi semakin penting karena bencana tidak pernah hanya menghasilkan persoalan di lapangan. Ia juga menghasilkan ketidakpastian. Orang ingin tahu apakah aman bepergian, apakah sekolah tetap berjalan, apakah penerbangan terganggu, apakah wilayah mereka berpotensi terdampak, atau apakah informasi yang mereka terima benar. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat muncul di tempat yang jauh dari lokasi kejadian.
Dengan demikian, komunikasi bencana tidak cukup dipahami sebagai penyampaian peringatan. Ia juga merupakan cara negara membantu masyarakat menghadapi ketidakpastian.
Baca juga: Bukan debu biasa: mitigasi kesehatan di tengah erupsi gunung api
Perencanaan sebelum bencana
Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap komunikasi sebagai bagian dari respons, bukan bagian dari kesiapsiagaan. Akibatnya, pemerintah baru menyusun pesan ketika situasi sudah berkembang dan perhatian masyarakat mulai meningkat. Padahal, masyarakat tidak mungkin belajar memahami risiko hanya ketika keadaan sudah darurat.
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.