Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong penanganan bencana di Indonesia berada dalam satu kepemimpinan yang mampu menyatukan langkah kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

"Ini sebagai langkah dalam membangun kesiapan nasional dalam menghadapi kebencanaan, termasuk wilayah yang membutuhkan penguatan dan langkah yang lebih antisipatif," kata Puan seusai rapat paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.

Puan mengatakan Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik sehingga membutuhkan mitigasi dan antisipasi bencana yang dilakukan secara terpadu.

Menurut dia, satu kepemimpinan dalam penanganan bencana diperlukan untuk memperkuat kesiapan nasional menghadapi berbagai ancaman bencana.

Puan juga mendorong pemerintah memastikan adanya standar perlindungan bagi masyarakat yang berlaku di seluruh daerah rawan bencana.

Perlindungan tersebut, menurut dia, mulai dari ketepatan waktu peringatan dini, kecepatan evakuasi warga ke tempat aman, ketersediaan kebutuhan dasar, hingga jaminan pelayanan kesehatan dan pendidikan.

"Serta keluarga yang kehilangan penghasilan memperoleh penyangga kehidupan," katanya.

Selain kesiapan pemerintah, Puan mengatakan masyarakat perlu terus mendapatkan edukasi mengenai mitigasi bencana serta kemampuan memverifikasi informasi untuk mencegah kepanikan.

Menurut dia, edukasi mitigasi diperlukan untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban ketika bencana terjadi.

"Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama sehingga semua kebijakan dan tindakan yang diambil perlu diarahkan ke sana," ujarnya.

Pernyataan Puan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya aktivitas sejumlah gunung api di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Sumatera serta mengganggu aktivitas penerbangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sempat berdampak pada penutupan sementara delapan bandar udara.

Pada Selasa (8/9), sejumlah bandar udara yang sebelumnya terdampak mulai kembali beroperasi setelah hasil verifikasi menunjukkan ruang udara dan area landasan aman dari material abu vulkanik.

Selain Anak Krakatau, sejumlah gunung api lainnya tercatat mengalami erupsi atau peningkatan aktivitas dalam waktu berdekatan, antara lain Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Ili Lewotolok dan Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur, Gunung Ibu di Maluku Utara, serta Gunung Sinabung di Sumatera Utara.

Baca juga: BNPB usulkan tambahan Rp5,67 triliun topang penanganan bencana 2026

Baca juga: Pakar: Pemerintah daerah perlu percepat realisasi bantuan bencana NTT

Baca juga: Prabowo dorong kesiapsiagaan bencana karena Indonesia di Ring of Fire

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.