El Nino membuat musim kemarau yang biasanya kering menjadi semakin kering. Potensi hujan yang biasanya sesekali turun di musim kemarau kini hampir tidak terjadi sama sekali

Lombok Barat (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena El Nino kategori sangat kuat dengan indeks mencapai 2,74 derajat Celcius memicu curah hujan berada jauh di bawah normal hingga nyaris nihil di Nusa Tenggara Barat (NTB).

"El Nino membuat musim kemarau yang biasanya kering menjadi semakin kering. Potensi hujan yang biasanya sesekali turun di musim kemarau kini hampir tidak terjadi sama sekali," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini saat ditemui di Lombok Barat, Selasa.

BMKG mencatat pada Dasarian III Agustus atau periode 21 hingga 31 Agustus 2026, hampir seluruh wilayah NTB tidak ada hujan. Satu-satunya wilayah yang masih tercatat mengalami hujan adalah Lunyuk di Kabupaten Sumbawa dengan curah hujan sangat rendah sekitar satu milimeter.

Baca juga: BMKG: Musim hujan di NTB mundur hingga Desember

Kondisi tersebut menunjukkan dampak El Nino sangat kuat terhadap pola hujan di NTB, sehingga sebagian besar wilayah mengalami periode tanpa hujan dalam waktu yang lebih panjang.

Suci mengatakan musim kemarau yang biasanya berakhir pada Oktober atau November diperkirakan dapat berlangsung hingga November bahkan Desember 2026 akibat El Nino sangat kuat tersebut.

"Durasi kemarau menjadi lebih lama dibandingkan kondisi normal tanpa gangguan El Nino," ujar dia.

Baca juga: Hari tanpa hujan, BMKG: 9 daerah di NTB berstatus awas kekeringan

Lebih lanjut dia menyampaikan dampak El Nino tidak merata di seluruh wilayah Indonesia.

Sejumlah wilayah Indonesia bagian utara masih mencatat curah hujan, sementara NTB termasuk wilayah yang merasakan dampak lebih kuat berupa penurunan curah hujan secara drastis dan perpanjangan periode kemarau.

BMKG mengimbau untuk tetap waspada dan melakukan langkah antisipasi menghadapi kemarau yang lebih panjang serta kering mengingat El Nino diperkirakan baru akan mulai meluruh pada awal tahun 2027 mendatang.

Baca juga: BMKG NTB sebut kekeringan ekstrem terjadi hampir tiga bulan di Bima

Pewarta: Sugiharto Purnama dan Siti Ulfa
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.