Jakarta (ANTARA) -

Pemerintah Kota Jakarta Utara memitigasi dampak abu vulkanik menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau dengan mengerahkan petugas gabungan untuk melakukan penyemprotan air atau water mist di sejumlah ruas jalan utama, Selasa.

“Kegiatan ini menunjukkan peran pemerintah, TNI, dan Polri bahwa kita hadir memberikan respons dan kerja nyata. Gerakan ini sudah kita lakukan secara berkelanjutan mulai hari Minggu, Senin, hingga hari ini,” kata Kepala Satpol PP Jakarta Utara Budhy Novian di Jakarta, Selasa.

Budhy mengatakan penyemprotan air atau water mist merupakan bentuk respons cepat pemerintah bersama TNI dan Polri dalam menghadapi kondisi lingkungan yang berkembang.

Mitigasi, kata dia, tidak hanya difokuskan pada penyemprotan air di sejumlah ruas jalan, tetapi juga mencakup fasilitas sosial dan fasilitas umum.

Petugas turut membagikan masker kepada masyarakat dan pengguna jalan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

Adapun sejumlah rute yang menjadi sasaran penyemprotan antara lain Jalan Yos Sudarso dari kawasan Tanjung Priok hingga Kelapa Gading, Jalan Gunung Sahari di wilayah Pademangan, Jalan Raya Pluit di Penjaringan, serta beberapa ruas jalan utama lainnya di Jakarta Utara.

Budhy berharap langkah tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga kenyamanan dan keamanan warga saat beraktivitas.

“Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang, namun waspada dalam beraktivitas,” katanya.

Ia menambahkan Pemkot Jakarta Utara akan terus memperkuat koordinasi dan sinergi bersama seluruh unsur terkait untuk memastikan respons terhadap kondisi di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Budhy menyebutkan sekitar 100 petugas dikerahkan dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari sejumlah Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD), di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Lingkungan Hidup, serta Pertamanan dan Hutan Kota.

Selain itu, personel dari Suku Dinas Perhubungan, Kominfotik, Kesehatan, TNI, dan Polri turut dilibatkan untuk mendukung kelancaran kegiatan serta memastikan kondisi di lapangan tetap aman dan terkendali.

“Sebelum pelaksanaan penyemprotan, seluruh petugas terlebih dahulu mengikuti apel bersama memperkuat koordinasi sekaligus memastikan kesiapan personel selama melakukan penyisiran di sejumlah wilayah,” kata dia.

Baca juga: Abu vulkanik Anak Krakatau sampai Jakarta, ini dampaknya bagi kesehatan

Baca juga: Warga Jakarta mulai berburu masker antisipasi dampak abu vulkanik

Baca juga: Pemprov DKI perpanjang masa PJJ antisipasi sebaran abu vulkanik

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.