Transformasi yang sudah kami lakukan dimulainya sejak awal Juli 2025 dan telah menunjukkan hasil yang cukup baik
Jakarta (ANTARA) - BUMN PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG mencatat pertumbuhan kinerja terus berlanjut hingga semester I 2026, sejak transformasi bisnis berlangsung pada awal Juli 2025.
“Transformasi yang sudah kami lakukan dimulainya sejak awal Juli 2025 dan telah menunjukkan hasil yang cukup baik,” ujar Wakil Direktur Utama PT Semen Indonesia Adriano Hosny Panangian dalam konferensi pers Public Expose Live 2026 di Jakarta, Selasa.
Hosny menyampaikan pertumbuhan kinerja sudah terlihat sejak kuartal keempat 2025. Pertumbuhan tersebut, kata dia, terus berlanjut hingga semester I tahun 2026, di mana kinerja SMGR tumbuh solid.
Ia mencatat volume penjualan pada semester I 2026 mencapai 18,28 juta ton dengan pendapatan sebesar Rp17,65 triliun. Volume penjualan tersebut naik 5,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 17,31 juta ton.
“Utamanya ini juga didukung oleh penguatan pasar domestik dengan volume penjualan mencapai 14,82 juta ton atau tumbuh 9,7 persen year on year,” ujar Hosny.
Baca juga: SIG: Program Sekolah Rakyat hingga GSW dorong permintaan semen
Baca juga: SIG pertahankan peringkat idAAA dari Pefindo dengan prospek stabil
Lebih lanjut, Hosny menyampaikan EBITDA bertumbuh sebesar 2,6 persen menjadi Rp2,15 triliun. Hosny menyoroti profitabilitas yang juga turut menguat, tercermin dari laba bersih yang meningkat 445,9 persen secara tahunan menjadi Rp207 miliar.
“Sementara laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 471 persen year on year menjadi Rp228 miliar,” kata Hosny.
Untuk ke depannya, PT Semen Indonesia meyakini prospek industri semen nasional akan tumbuh, sebagaimana yang diutarakan oleh Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk Indrieffouny Indra.
Arif, sapaan akrabnya, memaparkan bahwa saat ini program pemerintah yang sudah berjalan adalah program tiga juta rumah, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, serta Sekolah Rakyat.
Selain itu, tutur dia melanjutkan, pembangunan Giant Sea Wall juga direncanakan untuk dimulai pada tahun ini.
“Kemudian, didukung juga oleh investasi industri dan hilirisasi, serta pembangunan oleh sektor swasta yang meliputi area residensial, komersial area, dan data center,” kata Arif.
Seluruh pembangunan tersebut diyakini oleh Arif akan mendorong pertumbuhan industri semen nasional.
“Kami optimistis bahwa industri semen akan memiliki prospek yang positif. Ini karena didukung oleh program-program pemerintah yang menjadi penggerak untuk permintaan semen,” ujar Arif.
Baca juga: SIG luncurkan kembali Semen Kujang di Jawa Barat
Baca juga: SIG catat pendapatan Rp17,65 triliun pada semester awal 2026
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.