Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Barat (Polres Jakbar) menerjunkan kendaraan taktis "armoured water cannon" untuk melakukan penyiraman di sejumlah jalan protokol sebagai langkah mitigasi akibat dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Penyiraman dilakukan sebagai langkah antisipasi agar debu dan abu vulkanik yang berada di permukaan jalan tidak mudah beterbangan akibat aktivitas kendaraan maupun hembusan angin," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Personel menyusuri sejumlah ruas jalan protokol, mulai dari Mako Polres Metro Jakarta Barat, Jalan Daan Mogot, Jalan Taman S. Parman, Jalan Tomang Raya, Jalan L. Slipi, kembali ke Jalan Tomang Raya, Jalan Palmerah Utara, hingga kembali menuju Mako Polres Metro Jakarta Barat.
"Upaya itu diharapkan bisa membantu mengurangi debu atau abu yang berpotensi beterbangan dan mengganggu kenyamanan masyarakat maupun pengguna jalan," tutur Nasriadi.
Ia juga mengimbau masyarakat yang hendak beraktivitas di luar rumah agar tetap waspada dan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan terhadap saluran pernapasan.
"Bagi masyarakat yang hendak keluar beraktivitas, kami mengimbau untuk selalu menggunakan masker sebagai langkah antisipasi terhadap dampak negatif akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," terang Nasriadi.
Sebelumnya, Jajaran Kepolisian dan Pemerintah Kota Jakarta Barat melakukan antisipasi dampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dengan pembagian ribuan masker kepada pengguna jalan di sejumlah ruas jalan protokol.
Di sektor lalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres Metropolitan Jakarta Barat menurunkan personelnya sejak pukul 06.00 WIB untuk membagikan masker secara gratis kepada para pengendara.
Pembagian difokuskan di 10 titik persimpangan padat kendaraan, seperti lampu merah Asemka, Relasi, Pesing, Jembatan Dua, Grogol, Slipi, Tomang, Cengkareng, Daan Mogot Baru, hingga Ring Road Kembangan.
Kasat Lantas Polres Metropolitan Jakarta Barat Kompol Reza Hafiz Gumilang menegaskan aksi tersebut dilakukan untuk melindungi kesehatan saluran pernapasan masyarakat dari paparan debu vulkanik.
"Keselamatan masyarakat merupakan prioritas. Kami mengimbau para pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, menggunakan masker, dan mengikuti informasi resmi terkait kondisi abu vulkanik," ujar Reza saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (7/9).
Baca juga: Jakut mitigasi dampak abu vulkanik dengan "water mist" dan bagi masker
Baca juga: Polsek Kebayoran Baru bagikan masker antisipasi debu vulkanik
Baca juga: Pramono minta warga terapkan 5M hadapi paparan abu vulkanik
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.