Jakarta (ANTARA) - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menyampaikan kinerja perusahaan tidak terdampak fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Perusahaan tidak terpengaruh oleh fluktuasi, baik dari harga minyak maupun nilai tukar," ujar Head of Investor Relation AKRA Ignatius Teguh Prayoga dalam konferensi pers Public Expose Live 2026 di Jakarta, Selasa.

Ignatius menyampaikan AKRA menggunakan sistem pass-through, yang mana segala fluktuasi yang terjadi, baik harga minyak dunia maupun mata uang asing, akan diteruskan kepada klien dari AKRA.

"Kami tidak mengambil margin berdasarkan persentase, tetapi lebih ke arah absolute margins," kata Ignatius.

Dalam kesempatan tersebut, Corporate Secretary AKRA Arum Pawestri Handayani menyampaikan AKRA melihat kebutuhan pelanggan akan terus berkembang di tengah dinamika geopolitik, volatilitas harga energi dan komoditas, serta perubahan rantai pasok global.

Selain itu, lanjut dia, pertumbuhan investasi dan hilirisasi juga akan meningkatkan kebutuhan industri terhadap pasokan bahan baku dan energi yang andal, jaringan logistik yang efisien, serta kawasan industri dengan dukungan pelabuhan dan utilitas yang memadai.

Oleh karena itu, AKRA berencana untuk mengembangkan serta monetisasi JIIPE melalui penjualan lahan, aktivitas pelabuhan, dan peningkatan permintaan utilitas.

"Kami juga akan mengembangkan sumber pertumbuhan berikutnya, termasuk utilitas industri, layanan pelabuhan, infrastruktur natural gas dan LNG, energi surya, BBM ritel, serta avtur," kata Arum.

Pengembangan JIIPE dan perluasan layanan utilitas tersebut merupakan dua dari tiga prioritas utama perusahaan.

Arum menyampaikan prioritas lainnya adalah memperkuat bisnis perdagangan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM), serta kimia dasar melalui pertumbuhan volume yang selektif, keandalan pasokan, dan optimalisasi jaringan.

Dari sisi kinerja, AKRA membukukan pendapatan sebesar Rp30,84 triliun pada semester I 2026, dengan rincian pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp30,7 triliun dan pendapatan sewa sebesar Rp134 miliar.

Lebih lanjut, laba kotor tercatat sebesar Rp2,28 triliun dan laba bersih sebesar Rp1,43 triliun.

Baca juga: AKRA siap dukung program mandatori biodiesel B50

Baca juga: AKRA alokasikan Rp1 triliun untuk pengembangan terminal hingga JIIPE

Baca juga: BPH Migas-AKR perkuat penyaluran solar subsidi, dorong ekonomi daerah

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.