Kairo (ANTARA) - Pemerintah Mesir pada Senin (7/9) waktu setempat mengumumkan penemuan makam dengan usia lebih dari 4.000 tahun atau seusia dengan pengujung Dinasti Kelima Mesir Kuno (2494-2345 sebelum masehi) di Pemakaman Mariette, sebelah utara Saqqara, Giza, sebelah barat ibu kota Kairo.

Seturut pernyataan Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir, makam tersebut ditemukan oleh misi arkeologis bersama Mesir-Spanyol dan diperkirakan berusia hingga masa kepemimpinan Firaun Djedkare Isesi.

Mastaba atau makam kuno Mesir itu berisi dua kapel pemakaman. Salah satunya milik Yunmin, seorang pejabat senior yang menjabat sebagai hakim, direktur pengadilan, dan kepala juru tulis yang bertanggung jawab menangani petisi dan pengaduan.

Penggalian di kapel Yunmin mengungkap fasad khas yang bertuliskan teks pemakaman dan formula persembahan, bersama dengan gambaran pemilik makam dalam pose formal.

Dinding kapel dihiasi dengan relief timbul berkualitas tinggi yang menggambarkan kegiatan pertanian dan prosesi membawa persembahan ke makam.

Kapel kedua milik ayah Yunmin, Ity, seorang juru tulis yang terlibat dalam pengelolaan lahan pertanian dan persembahan. Kapel tersebut memiliki pintu palsu dan dekorasi dinding berwarna-warni yang menggambarkan adegan persembahan, meskipun sebagian besar catnya telah memudar.

Hisham El-Leithy, sekretaris jenderal Dewan Tertinggi Kepurbakalan, mengatakan penemuan tersebut memberikan informasi arkeologis baru tentang pemakaman Saqqara pada masa akhir Dinasti Kelima serta memberikan wawasan lebih lanjut tentang gaya arsitektur dan artistik makam dari periode itu.

Penerjemah: Xinhua
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.