Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kembalinya Amerika Serikat pada komitmennya dalam nota kesepahaman (MoU) Islamabad dapat membuka jalan bagi meredanya ketegangan situasi di kawasan yang tengah berlangsung.

Araghchi menyampaikan hal tersebut pada Selasa dalam percakapan telepon bersama Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi, demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.

Kedua menteri membahas hubungan bilateral serta perkembangan terbaru di tingkat regional dan internasional.

Araghchi menuding ketegangan yang terjadi di kawasan saat ini pada apa yang disebutnya sebagai "pelanggaran Washington terhadap komitmennya berdasarkan nota kesepahaman Islamabad".

“Solusinya sederhana. Kembalinya pihak AS pada komitmennya dan kepatuhan terhadap komitmen serta penandatanganannya dalam nota kesepahaman Islamabad akan membuka jalan bagi kembalinya situasi normal,” katanya.

Menteri Iran tersebut juga memberi penjelasan kepada Motegi mengenai perkembangan terbaru perundingan antara Iran dan Oman terkait Selat Hormuz.

Baca juga: Iran akan umumkan "Zona Terlarang" di Luar Selat Hormuz

Araghchi mengatakan kedua negara telah mencapai kemajuan signifikan dalam pertemuan yang bertujuan membentuk jalur transit sementara melalui selat tersebut. Dia menambahkan bahwa konsultasi terus dilakukan terkait mekanisme pengelolaannya di masa depan.

Sementara itu, Motegi menyampaikan keprihatinan mendalam atas dimulainya kembali serangan antara AS dan Iran, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Jepang.

“Penting untuk segera meredakan situasi dan melanjutkan kembali perundingan antara AS dan Iran sesegera mungkin,” katanya.

Ia mengajak Iran untuk menunjukkan fleksibilitas semaksimal mungkin guna menghindari berlarutnya kebuntuan saat ini.

Motegi juga menyampaikan keprihatinan atas serangan Iran yang terus berlanjut terhadap kapal sipil dan dengan tegas meminta Iran untuk menahan diri semaksimal mungkin.

Menlu Jepang menegaskan kembali posisinya bahwa sangat penting untuk sesegera mungkin memulihkan pelayaran yang bebas dan aman melalui Selat Hormuz tanpa biaya tambahan. Dia menjelaskan masa depan selat tersebut harus dibahas sesuai dengan hukum internasional oleh komunitas internasional secara keseluruhan.

Dia juga meminta Iran mendesak kelompok Houthi di Yaman untuk menahan diri dan menekankan pentingnya memastikan stabilitas di Selat Bab El-Mandeb. Dia menjelaskan Jepang akan bekerja sama dengan Pemerintah Yaman untuk mencapai tujuan tersebut.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Perang Iran bebani warga AS tambahan biaya energi 100 miliar dolar AS

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.