Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meminta lulusan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) menjadi individu yang kritis dan cepat beradaptasi dengan perubahan guna membangun sektor pariwisata ke arah yang lebih baik.

"Generasi pariwisata Indonesia harus mampu menguasai teknologi, berpikir kritis, menjaga integritas, memahami perubahan global, dan tetap berakar pada karakter serta identitas Indonesia," kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Saat memberikan arahan dalam Wisuda Poltekpar NHI Bandung Tahun 2026, Widiyanti menyampaikan sektor pariwisata saat ini menghadapi perubahan yang semakin cepat, terutama seiring perkembangan teknologi informasi.

Kecerdasan buatan dan transformasi digital telah mengubah cara wisatawan mencari informasi, merencanakan perjalanan, memilih destinasi, hingga membagikan pengalaman mereka.

Baca juga: Menpar optimistis pariwisata Indonesia tumbuh meski terdampak erupsi

Perubahan tersebut menuntut sumber daya manusia di sektor pariwisata untuk tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan membaca perubahan, berpikir kritis, beradaptasi, dan tetap menjunjung nilai serta identitas bangsa.

Ia menilai proses pendidikan tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter yang akan menjadi landasan ketika mereka memasuki dunia profesional.

“Proses pendidikan selama ini telah memberikan dan membentuk cara berpikir, karakter, disiplin, integritas, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang menjadi akar untuk memasuki dunia yang berubah dengan sangat cepat,” kata Widiyanti.

Baca juga: Anggota DPR ajak mahasiswa Poltekpar Medan majukan pariwisata Sumut

Kebutuhan terhadap sumber daya manusia pariwisata berkualitas semakin penting seiring momentum positif sektor pariwisata nasional. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, kunjungan wisatawan mancanegara tumbuh 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pariwisata juga terus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional dan penciptaan lapangan kerja. Momentum tersebut perlu diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar pertumbuhan pariwisata dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

Hal lain yang Widiyanti sampaikan yakni arah pembangunan pariwisata Indonesia ke depan menuju pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Baca juga: Kemenpar hibahkan lahan Poltekpar untuk Sekolah Rakyat di Bandung

Pendekatan tersebut diarahkan agar wisatawan tinggal lebih lama, mengenal lebih banyak destinasi, menikmati lebih banyak produk dan pengalaman lokal, serta memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Di saat yang sama, pertumbuhan pariwisata perlu berjalan beriringan dengan pelestarian alam dan budaya, penguatan masyarakat lokal, peningkatan kualitas destinasi, serta lahirnya berbagai inovasi baru.

“Kita membutuhkan profesional, wirausaha, pemimpin, dan inovator berkualitas yang mampu membawa pariwisata Indonesia semakin berkualitas, menjaga keberlanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia," tambahnya.

Baca juga: Keamanan berwisata dijadikan sebagai fondasi pariwisata berkualitas

Direktur Politeknik Pariwisata NHI Bandung Anwari Masatip berharap seluruh lulusan mampu menciptakan perubahan, beradaptasi terhadap perkembangan zaman, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Sebanyak 603 wisudawan resmi dikukuhkan sebagai lulusan Politeknik Pariwisata NHI Bandung dalam momentum yang menjadi penanda berakhirnya perjalanan pendidikan sekaligus awal pengabdian mereka di sektor pariwisata.

Baca juga: Kemenpar dan Swisscontact perkuat SDM di Poltekpar

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.