Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan pemagaran di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, dan membuat penyeberangan jalan (pelican crossing) untuk pejalan kaki.
Hal itu dilakukan setelah JPO tersebut ramai dibicarakan di media sosial karena salah satu akses naik-turun tangga berada di tengah jalan sehingga membuat pejalan kaki harus menyeberang jalan kembali untuk sampai di trotoar.
“Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga mengambil inisiatif untuk melakukan pemagaran dan sekaligus kalau nanti dilihat di lapangan sudah dibuatkan pelican crossing yang diatur oleh Pemerintah Jakarta,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung setelah menghadiri HUT Satpol PP di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa.
Kendati demikian menurut Pramono, JPO yang berlokasi di depan Apartemen Signature Park Grande itu seharusnya menjadi tanggung jawab pihak KSO Fortuna Indonesia.
“Seperti kita ketahui bersama, ini sudah menjadi komitmen KSO Fortuna Indonesia. Harusnya ketika jalan sudah dilebarkan, fasilitas sudah diberikan, maka JPO itu sudah menjadi tanggung jawab dari pihak pengembang tersebut. Tetapi sampai hari ini ternyata belum diselesaikan,” papar Pramono.
Oleh sebab itu, pihaknya melalui Dinas Bina Marga pun mengambil inisiatif untuk membuat pagar hingga penyeberangan pejalan kaki pelican crossing demi kenyamanan dan keamanan masyarakat.
Namun, Pramono menegaskan pihaknya tetap meminta KSO Fortuna Indonesia untuk segera melakukan penyempurnaan JPO Dewi Sartika.
“Tetapi sekali lagi saya sudah meminta untuk KSO Fortuna Indonesia ini segera melakukan penyempurnaan dan menyelesaikan JPO yang menjadi tanggung jawabnya. Sebab kalau tidak, ini akan masyarakat yang dirugikan,” jelas Pramono.
Sebelumnya diketahui, JPO Dewi Sartika yang mengarah ke Jalan Otto Iskandardinata viral di media sosial (medsos) sebab kondisi salah satu akses naik-turun tangga berada di tengah jalan.
Akibat posisi ujung tangga yang berada di tengah jalan, pengguna JPO masih harus melanjutkan perjalanan dengan menyeberang jalanan lagi untuk bisa mencapai trotoar di tepi.
Kondisi akses tangga tersebut membuat JPO tampak sepi digunakan pejalan kaki.
Baca juga: Ini tanggapan Pramono soal JPO di depan DPR tanpa akses tangga
Baca juga: Pembongkaran satu JPO di Rasuna Said ditargetkan rampung Oktober
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.