Bulog tidak hanya menyediakan beras SPHP kualitas medium, tetapi juga beras premium yang telah tersedia di berbagai jaringan ritel modern sehingga lebih mudah dijangkau masyarakat
Bandung (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat memperkuat pasokan beras premium kemasan 5 kilogram ke sejumlah jaringan ritel modern guna mengatasi kendala keterbatasan pasokan akibat lonjakan harga gabah di tingkat pemasok yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
Guna menjaga stabilitas ketersediaan beras di Jawa Barat, Bulog mengoptimalkan pengolahan gabah di Sentra Penggilingan Padi (SPP) Karawang dan Subang dengan mengandalkan stok awal sekitar 3.000 ton Gabah Kering Panen (GKP) yang siap diproduksi.
"Bulog tidak hanya menyediakan beras SPHP kualitas medium, tetapi juga beras premium yang telah tersedia di berbagai jaringan ritel modern sehingga lebih mudah dijangkau masyarakat," kata Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Barat, Nurman Susilo, dalam keterangan di Bandung, Selasa.
Langkah intervensi ini membedakan keberadaan Bulog di pasaran, sebab beras premium merek Punokawan dan Befood Setra Ramos dipasok langsung ke gerai ritel lokal maupun nasional, seperti Yogya Group, Yomart Group, Borma Group, Indomaret hingga Indogrosir.
Baca juga: Bapanas pastikan tidak ada gejolak harga beras di Kota Bandung
Baca juga: Bulog Jabar pastikan stok beras cukup hingga awal 2027
Distribusi masif ini, kata Nurman, merespons keluhan konsumen di lapangan menyusul relatif sulitnya menemukan kemasan beras premium 5 kg di rak-rak minimarket, meski stok beras secara keseluruhan nasional dipastikan aman.
Terkait pasokan bahan baku, Bulog Jabar memastikan penyerapan gabah terus berjalan secara konsisten guna memperkuat cadangan beras hingga akhir tahun 2026.
Masyarakat pun diimbau tidak melakukan aksi borong (panic buying) atau menimbun beras, karena ketersediaan pangan di wilayah Jawa Barat dipastikan terus dijaga melalui pemantauan intensif dan penguatan jalur distribusi.
Nissa, salah satu warga Bandung Barat mengaku kesulitan mencari beras 5 kg di ritel modern, karena kehabisan stok.
"Seperti di Borma Cihanjuang itu saya kemarin mencari beras, katanya sudah tidak ada, dan belum ada kiriman baru, sudah dua pekan, akhirnya saya ke pengecer," ucap Nissa.
Baca juga: Bapanas dan Bulog sidak ke Subang, pastikan BPB tepat sasaran
Baca juga: Bulog Jabar perluas distribusi beras premium jaga harga sesuai HET
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.