Jakarta (ANTARA) - Sutradara, penulis, dan produser film Angga Dwimas Sasongko mengemukakan bahwa Indonesia membutuhkan banyak cerita dan karakter yang merepresentasikan identitas bangsa.
Saat berbincang dengan ANTARA di Jakarta, Selasa, pendiri dan CEO Visinema Group itu menuturkan bahwa anak-anak Indonesia umumnya lebih familier dengan karakter cerita dari luar negeri ketimbang tokoh cerita dari dalam negeri.
Menurut dia, kondisi tersebut menghadirkan peluang besar bagi para kreator untuk menciptakan lebih banyak karakter dan cerita lokal guna membangun kekayaan intelektual.
"Indonesia itu membutuhkan banyak sekali cerita dan karakter yang bisa merepresentasikan identitas kita sebagai bangsa Indonesia. Dan buat saya itu kesempatan, karena belum banyak," kata Angga.
Dia mendorong para kreator muda untuk menggagas cerita-cerita dan karakter lokal serta membangun kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) mereka.
"Jangan pernah merasa bahwa Indonesia hanya jadi market, tapi kita bisa jadi pencipta, karena kita punya banyak sekali inspirasi, kita punya banyak sekali aspirasi," katanya.
Baca juga: Angga Dwimas Sasongko berbagi tips bangun IP jangka panjang
Angga menyemangati para kreator agar tidak patah semangat ketika mengalami kegagalan dalam upaya mewujudkan gagasan dan IP mereka.
"Jangan pernah merasa bahwa satu kegagalan itu mendefinisikan bahwa IP-nya atau ide kita gagal," katanya.
"Sesuatu yang besar tidak akan berhasil dalam waktu yang cepat, dan saya tidak percaya dengan kesabaran, ini bukan tentang kesabaran, ini tentang determinasi," katanya.
Ia mengatakan bahwa mengerjakan proyek besar yang diharapkan berdampak besar membutuhkan proses dan usaha berkelanjutan.
"Kita harus mengusahakan setiap hari. Jangan kita bermalas-malasan, karena kita kreator, tidak ada yang punya, tidak ada bosnya, tidak ada targetnya. Tapi ya persistensi, konsistensi, dan determinasi itu penting," demikian Angga Dwimas Sasongko.
Baca juga: Puluhan IP lokal meriahkan HUT RI, karakter Jumbo ikut tampil
Baca juga: AINAKI dorong industri animasi lokal perbanyak IP berbasis karakter
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.