Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memerintahkan jajaran untuk melakukan koordinasi agar segera membangun markas komando (Mako) yang layak untuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Tadi bisik-bisik saya dengan Pak Wagub dan Pak Sekda, kalau nggak punya Mako keterlaluan. Saya baru tahu lho, terus terang saya baru tahu ternyata belum punya markas komando untuk Satpol PP yang betul-betul disegani di Republik Indonesia ini,” kata Pramono saat memberi sambutan di HUT ke-76 Satpol PP di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa.

Ia pun meminta Kepala Satpol PP Provinsi DKI Jakarta Satriadi Gunawan untuk segera mengoordinasikan hal tersebut.

“Maka, Pak Satriadi, segera koordinasikan untuk Mako Satpol PP. Tadi kami sudah bisik-bisik dengan Pak Wagub dengan Pak Sekda, apakah di tempat sekarang yang ada di Cempaka Putih, atau yang di tempat baru. Ada dua-tiga alternatif, nanti segera diputuskan,” ujar Pramono.

Pramono menyebut pembangunan Mako Satpol PP juga mulai dibahas pekan depan dan ditargetkan mulai pada awal 2027.

Pramono mengaku dirinya sangat ingin Mako Satpol PP dapat dibangun dengan bagus dan layak.

Sebab menurutnya, sudah selayaknya Satpol PP memiliki Mako. Ia menilai Satpol PP merupakan salah satu garda terdepan dalam menjaga Jakarta.

Terlebih kini, ia melihat Satpol PP bekerja lebih humanis sehingga ibu kota lebih aman dan damai.

“Sekarang ini saya melihat jauh lebih humanis. Karena bagaimana pun sebagai bagian dari kota global, kalau wajah Satpol PP-nya kereng-kereng (galak) itu orang juga sakit perut. Maka kami sepakat sudah waktunya Satpol PP punya Mako yang baik. Kita mulai paling lambat tahun ini perencanaannya harus selesai,” papar Pramono.

Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Satriadi Gunawan sempat menyampaikan dirinya berharap jajaran Satpol PP DKI Jakarta memiliki kantor sendiri yang representatif guna menunjang kinerja dan meningkatkan kenyamanan kerja personel di lapangan.

“Jadi, Jakarta itu belum punya Kantor Satpol PP. Kami masih numpang di Blok H, Balai Kota. Di lantai 16. Kadang kalau ada kunjungan dari wilayah atau daerah, kami masih menerima di Balai Kota karena belum ada kantor sendiri,” ungkap Satriadi.

Menurut dia, ketersediaan kantor Satpol PP DKI Jakarta sangatlah penting.

Terlebih, Jakarta merupakan kota global serta dinobatkan sebagai kota teraman ke-2 di kawasan Asia Tenggara setelah Singapura.

Untuk itu, ia berharap ke depannya Satpol PP DKI Jakarta dapat memiliki kantor guna memonitor kinerja para personel yang saat ini berjumlah 5.000 orang.

“Kami sudah punya lahan di Cempaka Putih. Itu juga kemarin saya sampaikan sangat urgent, untuk bisa mengontrol anggota kami. Kami juga sudah mengusulkan ke Pak Wagub saat kunjungan,” jelas Satriadi.

Baca juga: Satpol PP Jakpus bagikan 4.000 masker antisipasi abu vulkanik

Baca juga: Satpol PP Jaksel bagikan masker antisipasi abu vulkanik Anak Krakatau

Baca juga: Satpol PP tertibkan seratusan alat peraga yang langgar aturan di Jakut

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.