Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengingatkan para pemangku kepentingan terkait untuk tidak lengah seiring tren menurunnya titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
“Tetapi jangan sampai penurunan angka hotspot ini membuat kita justru menganggap pekerjaan kita sudah selesai,” kata Menhut dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Ia menilai, sisa titik panas tersebut harus segera dikejar dan dipadamkan agar tidak berkembang kembali.
“Justru ini adalah momentum, semua harus mengejar titik-titik apinya dan diselesaikan, dipadamkan,” ujar Raja Antoni.
Baca juga: Menhut segel lokasi karhutla Ketapang, soroti sawit ditanam usai padam
Lebih lanjut, Menhut menjelaskan penanganan karhutla di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri.
Menurutnya, api yang terlihat di permukaan dapat tampak sudah padam, tetapi masih terdapat potensi api di bawah permukaan yang dapat kembali hidup ketika terjadi angin.
“Bisa jadi di atas sudah tidak terlihat sama sekali ada api, tapi kadang-kadang masih berasap. Karena tidak ada asap, tapi di bawahnya masih berpotensi untuk hidup kembali ketika ada angin, dan sebagainya,” kata dia.
Menhut mengatakan, salah satu contoh penanganan karhutla adalah di Ketapang, Kalimantan Barat, yang terus menunjukkan tren positif.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.