Jakarta (ANTARA) - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) memperkuat portofolio energi bersih melalui pengembangan bisnis pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) pada tahun 2026.
“Ini kembali lagi kepada prinsip bagaimana kita memperkuat dan memperluas peluang, tapi tentu saja pada saat kita memikirkan memperluas peluang adalah kita selalu di dalam koridor energi,” kata Presiden Direktur ITM Mulianto dalam paparan public expose yang digelar secara daring di Jakarta, Rabu.
Lebih lanjut, Mulianto mengatakan bahwa hingga kuartal II tahun 2026, kapasitas terkontrak pembangkit listrik berbasis solar PV mencapai kapasitas 152 MWp, dengan kapasitas 86 MWp telah beroperasi.
Akumulasi kapasitas oleh anak usaha ITM tersebut tumbuh 12 pereen secara kuartal-ke-kuartal (q-o-q) dan lebih dari dua kali lipat secara tahunan.
Baca juga: METI dorong investasi proyek energi bersih lewat IndoEBTKE
Perkembangan ini, lanjutnya, menjadi bagian dari langkah ITM untuk membangun portofolio energi yang semakin beragam dan berkelanjutan.
Upaya tersebut berjalan seiring dengan penguatan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ITM, yang menempatkan perusahaan di antara perusahaan batubara dengan kinerja ESG terbaik secara global.
Secara berurutan FTSE Russell, S&P Global, dan Sustainalytics menempatkan ITM pada peringkat 2, 3, dan 4 di antara perusahaan batubara global.
Sementara itu, pengakuan juga datang dari lembaga nasional, yakni Top Business yang menganugerahkan ITM dengan trofi Award 5-Star dan TOP CSR Director sebagai pengakuan atas upaya perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam praktik bisnis.
Baca juga: SUN Energy: Target 100 GW EBT perlu ditopang regulasi yang adaptif
“Transformasi bagi ITM bukan hanya tentang mengembangkan bisnis baru, tetapi juga memastikan pertumbuhan berjalan sejalan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan pemangku kepentingan,” kata Mulianto.
“Pengembangan bisnis pembangkit listrik berbasis energi surya dan penguatan kinerja ESG merupakan bagian dari perjalanan kami untuk membangun bisnis yang semakin beragam, bertanggung jawab, dan menciptakan nilai jangka panjang,” ujarnya menambahkan.
Sementara itu, ITM mencatatkan penguatan kinerja pada enam bulan pertama tahun 2026. Pendapatan perusahaan tumbuh 9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi 1.000 juta dolar AS, ditopang oleh peningkatan volume penjualan sebesar 5 persen dan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 4 persen menjadi 81 dolar AS per ton.
Pada periode ini, ITM membukukan laba bersih sebesar 110 juta dolar AS, meningkat 17 persen dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.