Washington (ANTARA) - Uni Eropa akan mengumumkan rencana penguatan kemitraan strategisnya dengan Kanada pada Rabu pekan depan, 19 September mendatang, menurut laporan Bloomberg pada Selasa (8/9).
Pada 26 Agustus lalu, Ketua Parlemen Eropa Roberta Metsola mengonfirmasi laporan Politico bahwa Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney akan menghadiri Sidang Pleno Parlemen Eropa di Strasbourg pada Rabu (16/9).
PM Carney juga dijadwalkan menyampaikan pidato di hadapan para anggota parlemen pada hari berikutnya, Kamis (17/9).
Pengumuman terkait aliansi tersebut akan disampaikan oleh Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dalam pidato "Keadaan Uni Eropa" (State of the European Union).
Baca juga: Kanada "dekati" Eropa di tengah perang tarif dengan AS
Laporan tersebut menambahkan bahwa meskipun masih belum jelas apakah diperlukan undang-undang baru untuk mengukuhkan penguatan kemitraan itu, pembahasan masih berlangsung dan Pemerintah Kanada juga akan berkonsultasi dengan provinsi, wilayah, serta perwakilan industri.
Aliansi yang diperkuat ini dilaporkan akan mencakup soal perdagangan, keamanan, rantai pasokan, dan sumber daya mentah kritis.
Upaya untuk mempererat hubungan bilateral tersebut, antara lain untuk mengimbangi fakta kegagalan Kanada menjadi anggota blok ekonomi Uni Eropa, tambah Bloomberg.
Pemerintah Kanada telah berupaya mendiversifikasi kemitraan perdagangannya di tingkat internasional, di tengah perselisihan perdagangan yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat.
Baca juga: Uni Eropa yakin mampu hadapi tarif AS 10 persen, khawatir naik lagi
Pada akhir Agustus lalu, PM Carney mengatakan Kanada dan Uni Eropa akan memulai pembicaraan intensif untuk memperkuat kemitraan ekonomi dan keamanan.
Kunjungan Carney itu juga berlangsung dalam konteks kegagalan negosiasi perdagangan Kanada dengan Amerika Serikat baru-baru ini.
Kegagalan tersebut telah memperburuk hubungan bilateral secara signifikan akibat penerapan tarif timbal balik atas barang senilai 20 miliar dolar AS (Rp351 triliun) serta saling sindir secara verbal antara para pejabat senior Kanada dan AS.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Trump perintahkan produk Kanada dihapus dari daftar kontrak pemerintah AS
Baca juga: AS perluas daftar barang Kanada kena tarif 50 persen
Baca juga: Menkeu AS kritik Kanada dekati China di tengah perang dagang
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.