Sangatta, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, menargetkan tiga desa yang belum terjangkau jaringan listrik konvensional segera dialiri listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal dengan target terlaksana pada 2027.

"Ketiga desa tersebut adalah Desa Pulau Miang, Desa Sandaran, dan Desa Tanjung Mangkalihat," ujar Kepala Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Kabupaten Kutim Deky Hermawan di Sangatta, Rabu.

Data kelistrikan Kabupaten Kutim per Agustus 2026 mencatat, dari 141 desa dan kelurahan (139 desa dan 2 kelurahan) yang tersebar pada 18 kecamatan, sebanyak 115 desa telah menikmati listrik PLN selama 24 jam, sedangkan lainnya, PLN sudah masuk namun distribusi energinya belum 24 jam.

Desa-desa tersebut tersebar dari kawasan perkotaan Sangatta Utara dan Selatan, hingga wilayah Teluk Pandan, Bengalon, Kaliorang, Kaubun, dan kecamatan lainnya yang lebih jauh di pedalaman.

Namun, tiga desa yang secara geografis sulit dijangkau jaringan utama belum sepenuhnya terlayani listrik lewat kabel, sehingga solusinya adalah PLTS secara komunal.

"PLN merencanakan penyediaan listrik melalui PLTS komunal sebagai solusi energi berbasis surya yang mandiri. Selain itu, tersedia pula pembangkit alternatif berupa Alat Penggerak Diesel Listrik (APDAL) bagi wilayah yang membutuhkan pendekatan khusus," kata Deky.

Baca juga: Legislator Kaltim usulkan 10.000 PLTS untuk desa tertinggal

Baca juga: Kaltim genjot kemandirian energi di pelosok lewat PLTS Terpusat

Ia juga menyebut bahwa peningkatan elektrifikasi di Kutim merupakan bagian dari upaya memperluas pelayanan dasar kepada masyarakat.

Pihaknya pun terus berkolaborasi dengan PLN agar penyediaan dan penyambungan listrik dapat menjangkau lebih banyak wilayah, terutama desa-desa yang masih berada dalam tahapan pengerjaan jaringan.

Deky menyebut bahwa pemerataan akses listrik tidak dapat disamaratakan di seluruh wilayah. Sebagian desa telah menyelesaikan tahap pemasangan kWh meter dan penyambungan pelanggan, sebagian lain masih dalam proses pembangunan tiang jaringan, sementara sejumlah desa baru masuk dalam daftar anggaran tahun 2026 setelah dilakukan survei.

"Kami berharap melalui pendekatan beragam baik jaringan PLN maupun pembangkit mandiri berbasis surya, terang dan listrik perlahan namun pasti akan menjangkau setiap permukiman, tak terkecuali desa-desa terpencil yang selama ini masih menunggu giliran," katanya.

Baca juga: PLN membangun PLTS Komunal di Pulau Pahepa tingkatkan bauran EBT

Baca juga: Dinas ESDM: Enam PLTS komunal sudah beroperasi terangi warga Kepri

Pewarta: M.Ghofar
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.