Markas PBB (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, yang akan mengakhiri masa jabatannya pada akhir 2026 ini, berharap PBB dapat terus memimpin dunia mencapai masa depan yang damai.

"Dengan Sidang ke-81 Majelis Umum PBB sebagai kehadiran terakhir bagi saya sebagai Sekretaris Jenderal, saya memiliki harapan yang besar akan masa depan yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih damai berkat usaha-usaha yang terjadi di sini," kata Guterres melalui media sosial X.

Guterres menjabat sebagai Sekjen PBB sejak 2017, dengan masa jabat keduanya selama lima tahun akan berakhir pada 31 Desember tahun ini.

Dia menyebut Majelis Umum PBB sebagai "tempat di mana masalah-masalah dunia yang paling besar dan berdampak besar dihadapkan secara langsung".

Guterres pun menyatakan dukungannya pada Menteri Luar Negeri Bangladesh Khalilur Rahman yang menjadi Presiden Sidang ke-81 Majelis Umum PBB.

Sidang ke-81 Majelis Umum PBB itu secara resmi dibuka di Markas PBB di New York pada Selasa waktu setempat.

Pertemuan tingkat tinggi dalam kerangka Sidang Majelis Umum PBB akan berlangsung selama sepekan, dengan sesi Debat Umum akan berlangsung pada 22--26 September dan berlanjut pada 28 September.

Dalam pertemuan tersebut, Rusia akan diwakili Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov yang akan menyampaikan pernyataannya di hadapan Majelis Umum PBB pada 26 September.

Salah satu agenda kunci dalam sidang kali ini adalah penyelesaian pemilihan Sekretaris Jenderal PBB yang baru.

Pemilihan Sekjen PBB yang baru sudah dimulai sejak sesi sebelumnya dan prosedurnya telah dialihkan kepada Presiden Sidang Majelis Umum PBB yang baru.

Dewan Keamanan PBB kemudian akan menyampaikan calon pilihan mereka, dan Majelis Umum PBB berkewajiban menetapkan calon tersebut sebagai Sekjen PBB yang baru.

Masa sidang kali ini berlangsung di tengah berlanjutnya kesulitan keuangan PBB akibat keterlambatan pembayaran biaya keanggotaan oleh negara-negara anggota.

Sumber: Sputnik

Baca juga: Sekjen PBB harap perundingan damai Rusia-Ukraina dapat dilanjutkan

Baca juga: Iran tetap tutup Selat Hormuz sampai AS penuhi komitmen damai

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.