PBB/New York (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Bangladesh Khalilur Rahman, yang terpilih sebagai Presiden Sidang ke-81 Majelis Umum PBB, berjanji akan berkomitmen pada Piagam PBB selama menjalankan tugasnya dan berupaya mencari titik temu di antara negara-negara anggota.
"Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, kepemimpinan saya akan sangat berpegang teguh pada Piagam PBB. Saya akan sepenuhnya setia pada piagam tersebut, serta pada mandat yang diberikan negara-negara anggota kepada PBB," kata Rahman kepada wartawan, Selasa.
Dia juga menekankan perlunya mempersiapkan PBB dalam menghadapi masa depan.
"Saya tidak naif dengan berpikir bahwa semuanya dapat diselesaikan dengan cepat dan secara damai. Ada persoalan yang tetap belum terselesaikan. Ada hal-hal yang mungkin membutuhkan waktu untuk menemukan solusinya. Itu tidak masalah," katanya.
"Namun, hal itu tidak boleh menghalangi kita untuk mencari titik temu di mana pun kita bisa, dan itulah yang akan terus saya upayakan," imbuh Rahman.
Sebelumnya pada hari yang sama, Sidang ke-80 Majelis Umum PBB yang dipimpin oleh Annalena Baerbock telah mengakhiri masa tugasnya.
Rahman dilantik sebagai Presiden Majelis Umum PBB yang baru, sementara Sidang ke-81 secara resmi akan dibuka pada Selasa.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Selesai jabat sekjen tahun ini, Guterres harap PBB ciptakan perdamaian
Baca juga: Sekjen PBB serukan negara anggota untuk lanjutkan inisiatif UN80
Penerjemah: Katriana
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.