Kuala Lumpur (ANTARA) - Otoritas Malaysia menyatakan pihaknya menunggu persetujuan atau lampu hijau dari Indonesia terkait upaya membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah.
Menteri Komunikasi Malaysia sekaligus Juru Bicara Pemerintah Malaysia Fahmi Fadzil menyampaikan, dalam rapat kabinet Malaysia di Putrajaya, Rabu, Kementerian Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan (NRES) bersama Kementerian Luar Negeri (Wisma Putra) Malaysia menyatakan telah menginformasikan kepada Indonesia daftar aset (sarana penanganan karhutla) Malaysia yang dapat digunakan untuk membantu pemadaman.
"NRES dan juga Wisma Putra telah menyampaikan dalam rapat kabinet, bahwa daftar aset yang mampu kita sediakan untuk membantu negara tetangga telah disampaikan," kata Fahmi dalam konferensi pers daring di Putrajaya, Rabu.
Namun, menurut Fahmi, hingga saat ini belum ada konfirmasi mengenai bentuk kerja sama untuk menggunakan aset-aset penanganan kebakaran dari Malaysia guna membantu memadamkan kebakaran dan sebagainya.
"Jadi, sejauh ini, kita telah menyampaikannya melalui kedutaan, melalui Wisma Putra, dan NRES juga telah menyiapkan, tetapi belum ada konfirmasi dan izin untuk menggunakan aset-aset Malaysia," katanya.
Baca juga: Raja Malaysia akhiri status darurat kabut asap di Serian, Sarawak
Baca juga: Malaysia sampaikan simpati atas erupsi gunung-kabut asap di Indonesia
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.