Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menguatkan kualitas konektivitas telekomunikasi dalam pencarian rombongan jurnalis di Selatan Sunda setelah mengalami hilang kontak usai meliput aktivitas Gunung Krakatau.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan Kemkomdigi mengupayakan koordinasi intensif dengan operator telekomunikasi untuk memastikan dukungan konektivitas andal dapat mendukung berjalannya operasi pencarian dan pertolongan dengan optimal.

“Melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, Kemkomdigi juga memberi dukungan upaya pencarian rombongan wartawan dengan penguatan kualitas telekomunikasi di wilayah sekitar Selat Sunda,” kata Meutya di Jakarta, Rabu.

Secara berkala Meutya menjanjikan Kemkomdigi aktif mengevaluasi kebutuhan dukungan jaringan konektivitas agar sesuai dengan perkembangan operasi pencarian di lapangan.

Baca juga: Basarnas kerahkan 2 RIB, cari jurnalis hilang kontak di Selat Sunda

Menkomdigi turut menyampaikan keprihatinannya terhadap peristiwa itu dan mengajak masyarakat untuk mendoakan keselamatan dari rombongan jurnalis yang kini masih dalam pencarian tersebut.

Tidak hanya itu, ia mengajak masyarakat agar bijak memantau sumber informasi mengenai peristiwa itu dan lebih mempercayai sumber-sumber terpercaya sehingga tidak terpengaruh oleh sumber yang tidak benar atau berpotensi menyesatkan.

Masyarakat juga diminta agar tidak menyebarkan informasi yang sifatnya masih spekulatif termasuk mengenai kondisi korban, lokasi keberadaan rombongan, maupun perkembangan operasi pencarian yang faktanya belum dikonfirmasi.

Ia berharap masyarakat dapat memberikan ruang dan dukungan kepada keluarga serta tim SAR untuk menjalankan proses pencarian dengan tenang. Meutya menegaskan, fokus utama saat ini adalah keselamatan seluruh korban dan kelancaran operasi pencarian.

Informasi dan perkembangan terbaru secara resmi dipastikan akan disalurkan lewat kanal komunikasi pemerintah.

“Yang paling utama saat ini adalah mendoakan keselamatan seluruh rekan jurnalis dan awak kapal, serta mendukung upaya pencarian agar mereka dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” kata Meutya.

Baca juga: TNI kerahkan kapal perang untuk cari jurnalis yang hilang di Krakatau

Sebagai sosok yang pernah menjalankan tugas-tugas jurnalistik, Meutya turut mengingatkan para insan pers agar selalu mengutamakan aspek keamanan dalam berbagai peliputan.

Terutama peliputan di daerah bencana seperti saat meliputi erupsi gunung yang beberapa waktu ini terjadi di sejumlah titik Indonesia. Ia mengingatkan keselamatan diri harus diprioritaskan dengan mengikuti arahan dari otoritas terkait sehingga peliputan dapat berjalan dengan aman dan terkendali.

"Kami mengimbau seluruh insan pers maupun masyarakat untuk mematuhi batas aman dan arahan otoritas terkait, tidak mendekati kawasan berbahaya, serta memperhatikan perkembangan cuaca, kondisi laut, dan aktivitas vulkanik sebelum melakukan kegiatan di lapangan,” tambah Meutya.

Sebelumnya, Basarnas secara resmi menggelar operasi pencarian sebuah kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis, termasuk pewarta foto LKBN ANTARA, yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Komunikasi terakhir mencatat korban sempat mengirimkan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB, sebelum akhirnya hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat duga 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T.

Data sementara Basarnas mencatat terdapat sedikitnya tujuh orang yang dalam pencarian (DP), di antaranya pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), Donal (pewarta lepas/freelance), serta dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan.

Baca juga: Legislator minta pencarian jurnalis hilang di Selat Sunda dioptimalkan

Baca juga: RI dan AS perluas kerja sama AI dan pelindungan anak di ruang digital

Baca juga: Pemerintah putus akses 7.908 iklan loker fiktif lindungi pencari kerja

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.