...Kami melihat gangguan kognitif seperti mudah lupa dan demensia menjadi tantangan besar yang perlu mendapat perhatian

Depok (ANTARA) - Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) mengembangkan stimulasi kognitif melalui musik dan seni bagi 32 lansia penghuni Panti Werdha Muslim Rumah OMA, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.

Ketua Tim UI, Amirah di Depok, Rabu mengatakan kedua pendekatan tersebut dipilih sebagai media stimulasi yang dapat melibatkan lansia secara aktif.

“Kami melihat gangguan kognitif seperti mudah lupa dan demensia menjadi tantangan besar yang perlu mendapat perhatian. Musik dan seni kami pilih karena keduanya terbukti secara ilmiah mampu menstimulasi memori, atensi, sekaligus regulasi emosi,” ujar Amirah.

Dalam sesi terapi musik, para lansia diajak menyanyikan lagu-lagu nostalgia, mengikuti ritme melalui tepukan tangan dan hentakan kaki, serta memainkan alat musik sederhana.

Sementara melalui terapi seni, peserta mengikuti kegiatan mewarnai tas kain bermotif batik, melukis pot bunga sekaligus menanam bibit cabai, hingga menghias gantungan kunci dan kipas bambu.

Baca juga: Mahasiswa UI sabet platinum award kompetisi piano klasik di Tokyo

Setiap kegiatan disusun berdasarkan kondisi peserta. Sebelum program dimulai, tim melakukan asesmen bertajuk “Nada Awal” menggunakan instrumen Mini Mental State Examination (MMSE) dan Montreal Cognitive Assessment (MoCA). Hasil asesmen tersebut digunakan sebagai dasar untuk menyesuaikan materi stimulasi dengan kemampuan para lansia.

Intervensi dalam program ini dikemas dalam rangkaian “Melodi Asa” dan dilaksanakan dua kali dalam sepekan. Setiap pertemuan berlangsung selama dua jam, yang terbagi dalam satu jam terapi musik dan satu jam terapi seni.

Setelah beberapa sesi intervensi, tim melakukan evaluasi bertajuk “Jejak Harmoni” untuk membandingkan kondisi kognitif dan emosional peserta sebelum dan setelah mengikuti program.

Program “Nada Warna” merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang
Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM).

Tim pelaksana terdiri atas Amirah sebagai ketua bersama Nabak, Kayla, Taulifa, dan Fajar, dengan pendampingan dosen Faizah Abdullah.

Baca juga: Mahasiswa tawarkan solusi kebijakan atasi polusi udara lewat kompetisi

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari pengurus Panti Werdha Muslim Rumah OMA.

Ketua Perawat Panti Werdha Muslim Rumah OMA, Leni Prianti, mengatakan kehadiran
mahasiswa dan aktivitas yang dilakukan memberikan semangat baru bagi para penghuni panti.

“Sangat bersyukur melihat oma dan opa lebih bersemangat dan melakukan banyak kegiatan setiap harinya dengan adanya program dari PKM. Pembelajaran yang diberikan tentunya akan sangat membantu kami ke depannya. Dengan kehadiran mahasiswa secara berkelanjutan, saya melihat oma dan opa juga merasa nyaman,” ujar Leni.


Melalui “Nada Warna”, mahasiswa UI memadukan terapi musik dan terapi seni dalam 12 kali pertemuan pada 22 Mei hingga 3 Oktober 2026.

Baca juga: Lima mahasiswa S-1 UI menembus program geosains dunia di Houston

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.