Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata mengimbau wisatawan yang berada di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau untuk mengutamakan keselamatan dan mematuhi radius aman yang ditetapkan otoritas.

"Wisatawan di wilayah terdampak paparan abu di pesisir Provinsi Banten, Jawa Barat, dan Lampung diimbau mengurangi aktivitas di ruang terbuka, menggunakan masker serta kacamata pelindung, dan selalu mematuhi radius aman yang ditetapkan otoritas," kata Juru Bicara Kemenpar Imam Priyono kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Imam mengingatkan wisatawan yang tetap akan melakukan perjalanan wisata untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi destinasi, aksesibilitas, serta operasional akomodasi dan transportasi melalui kanal resmi sebelum dan selama perjalanan.

Terkait aktivitas wisata di kawasan gunung api, dia menyatakan penetapan status bahaya dan larangan beraktivitas merupakan kewenangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau ESDM dan pemerintah daerah setempat.

Baca juga: Kemenpar siapkan penanganan wisatawan terdampak erupsi Anak Krakatau

"Karena itu, Kementerian Pariwisata mengimbau seluruh wisatawan dan operator tur untuk sepenuhnya mematuhi rekomendasi zona Kawasan Rawan Bencana (KRB) yang ditetapkan otoritas," ujar dia.

Kementerian Pariwisata juga mendorong pengelola destinasi gunung api untuk menutup sementara akses pintu masuk (entry gate) dan jalur pendakian apabila status vulkanologi dinyatakan berbahaya.

Pengelola juga diharuskan memasang barikade dan papan peringatan fisik yang jelas di titik awal pendakian untuk mencegah wisatawan memasuki area rawan.

Selain itu, Imam mengimbau semua pihak mematuhi standar operasional prosedur di destinasi ekstrem serta melakukan pengawasan dan audit terhadap operator dan pemandu untuk memastikan mereka memiliki sertifikasi sesuai yang disyaratkan otoritas terkait.

Wisatawan diminta untuk mengikuti rekomendasi pemerintah untuk menggunakan agen perjalanan dan pemandu wisata yang bersertifikasi serta mencari informasi mengenai cuaca dan kondisi di destinasi wisata ekstrem yang akan dikunjungi.

Sementara bagi pengelola destinasi dan daya tarik wisata, Kementerian Pariwisata mengondisikan mitigasi teknis melalui aktivasi jalur evakuasi, pembersihan berkala fasilitas umum dan amenitas wisata dari tumpukan abu vulkanik, serta pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk membagikan masker gratis dan mendampingi navigasi keselamatan wisatawan di desa wisata.

Baca juga: Kemenpar promosikan keindahan wisata RI pada wisatawan Taiwan

Baca juga: Kemenpar sebut aktivitas wisata di Labuan Bajo utamakan keselamatan

Baca juga: Kemenpar ajak daerah siapkan event terbaik untuk bergabung dI KEN 2027

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.