Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut harga barang pokok di daerah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau dalam kondisi stabil dan pasokan dipastikan aman.

Ia mengatakan kepastian terkait harga bahan pokok diperoleh melalui hasil Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) di seluruh Indonesia.

"Karena kan SP2KP itu di semua kabupaten kota. Jadi kalau kita lihat, sebenarnya harganya stabil," kata Budi di Jakarta, Rabu.

Budi menyampaikan Kementerian Perdagangan terus memantau perubahan harga yang terjadi di berbagai kabupaten/kota di seluruh Indonesia, termasuk daerah-daerah yang mengalami bencana.

Menurutnya, pemantauan dilakukan untuk memitigasi potensi terhambatnya jalur distribusi maupun lonjakan harga barang kebutuhan pokok akibat bencana.

Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, harga barang kebutuhan pokok di daerah terdampak berada dalam kondisi aman dan belum menunjukkan adanya gejolak di pasar.

Baca juga: Mendag gandeng horeka dan ritel jaga harga pangan tetap stabil

Baca juga: Disdagin Kota Bandung sebut harga kebutuhan pokok relatif stabil

Terkait dengan fluktuasi harga pada beberapa komoditas seperti telur dan ayam ras, Budi menyampaikan bahwa pemerintah tidak hanya mengendalikan lonjakan harga di tingkat konsumen, tetapi juga menjaga agar harga di tingkat produsen tidak anjlok.

Ia mencontohkan, harga acuan penjualan (HAP) untuk telur ayam ras ditetapkan sebesar Rp30 ribu per kilogram. Namun, beberapa waktu lalu sempat anjlok hingga Rp22 ribu per kilogram.

Sementara itu, daging ayam ras sempat turun hingga Rp34 ribu per kilogram dari HAP Rp40 ribu per kilogram.

Menurut Budi, kondisi tersebut dapat mempengaruhi kelangsungan usaha para peternak. Sebab, biaya yang dikeluarkan untuk produksi lebih tinggi dari harga jualnya.

Saat ini, harga rata-rata nasional telur ayam ras sebesar Rp26.600 per kilogram. Menurut Budi, penyesuaian menuju harga acuan penting dilakukan guna memastikan keberlanjutan produksi peternak.

"Pemerintah itu mengintervensi, tidak hanya harga yang naik saja, tapi harga yang turun. Jangan sampai membuat si produsen, gulung tikar," ujar Budi.

Baca juga: Kemenpar siapkan penanganan wisatawan terdampak erupsi Anak Krakatau

Baca juga: BNPB: OMC hibrida luruhkan abu vulkanik Anak Krakatau di tiga provinsi

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.