Jakarta (ANTARA) - Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPKI) mengatakan pengontak termuda Healing 119, kanal konseling kesehatan jiwa dari Kementerian Kesehatan, berusia 8-10 tahun, yang menunjukkan pentingnya perhatian pada kesehatan jiwa.

"Jadi ada yang memang konsul beneran akhirnya. Seperti itu. Terutama pak, kesepian. Terutama masalahnya kesepian. Biasanya itu saat ditanya 'kamu ada sama siapa?' 'Enggak ada'. Dia sendirian. Yang peaknya kalau kesepian itu umur 12-14 tahun. Jadi remaja awal," kata Ketua 2 Bidang Kemitraan dan Komunikasi Pengurus Pusat IPKI Annelia Sari Sani, Rabu.

Hal itu dia sampaikan pada temu media dalam rangka Hari Pencegahan Bunuh Diri oleh Kementerian Kesehatan. Dia menjelaskan, panggilan tersebut dari 500-600 kontak yang diterima dalam satu shift Healing119.

Dalam kesempatan yang sama, Research Fellow Harvard Medical School Sandersan Onie mengatakan, secara global terdapat tren di mana semakin banyak anak muda, terutama perempuan muda, yang melukai diri sendiri (self-harm).

"itu menjadi salah satu area yang kita sangat prioritaskan. Dan kita perlu hati-hati juga. Karena kenapa anak semakin muda melakukan episode pertama self-harmnya. Dan kenapa konsentrasi kepada anak-anak perempuan yang muda. Itu sebaiknya salah satu hal yang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut di Indonesia menurut saya," katanya.

Baca juga: Wamenkes: Percobaan bunuh diri pada siswa naik 2,7 kali lipat

Onie mengatakan, jika Indonesia serius mau mencegah angka bunuh diri, maka faktor yang perlu diperhatikan yakni keluarga-keluarga di Indonesia.

"Terutama di negara yang komunal seperti Indonesia," katanya.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan Imran Pambudi mengatakan, masalah keluarga menjadi faktor penyebab bunuh diri tertinggi di Indonesia, diikuti oleh perundungan atau bullying, dan masalah ekonomi.

Kementerian Kesehatan mengatakan, kanal konsultasi Healing119 menerima 500 hingga 600 kontak per harinya, baik melalui telepon atau WhatsApp, yang menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan kanal bantuan ketika menghadapi krisis kesehatan jiwa.

Menurut dia, peningkatan jumlah pengguna Healing119 menjadi hal yang positif karena menunjukkan bahwa masyarakat mulai memanfaatkan layanan yang tersedia untuk mendapatkan bantuan.

Namun, di sisi lain, kenaikan tersebut juga menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan dukungan psikologis, khususnya dalam situasi krisis.

Baca juga: Kemenkes: Healing119 terima 500-600 kontak per hari

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.