Moskow (ANTARA) - Jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di Republik Demokratik Kongo kini telah mencapai 6.757 kasus, dengan 3.267 kematian, sejak awal wabah, kata Institut Nasional Kesehatan Masyarakat RD Kongo (INSP) pada Rabu.
"Dalam 24 jam terakhir, tercatat 71 kasus baru dan 41 kematian, sehingga totalnya menjadi 6.757 kasus dan 3.267 kematian sejak awal wabah," lapor harian INSP.
Pada Rabu, jaringan radio Kongo, Radio Okapi, melaporkan bahwa Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Afrika (CDC Afrika) telah menerima dana bantuan sebesar 106 juta dolar AS (sekitar Rp1,85 triliun) dari Inggris untuk memperkuat penanggulangan wabah Ebola di RD Kongo dan kawasan sekitarnya.
Dukungan ini dimaksudkan untuk membantu mendanai operasi lapangan di RD Kongo dan Uganda untuk menekan penularan virus Ebola.
Hingga kini, baik vaksin maupun pengobatan untuk jenis baru Ebola Bundibugyo belum memiliki izin resmi. Namun, data laboratorium menunjukkan vaksin Ebola Ervebo, yang dikirim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ke Kongo, mungkin dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit tersebut.
Pada 20 Agustus lalu, WHO melaporkan telah mengirim 70 ribu dosis vaksin Ervebo ke Kongo. Vaksin tersebut untuk melindungi tenaga kesehatan dan keperluan uji klinis.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Kasus Ebola di Kongo meningkat jadi 6.604 kasus
Baca juga: Korban meninggal akibat Ebola di Kongo 3.000 orang lebih
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.