Jakarta (ANTARA) - Gut and Immunity Council (GIC) didirikan sebagai platform ilmiah yang mempertemukan berbagai pakar multidisiplin untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai mikrobiota usus kesehatan saluran cerna imunitas dan peran biotik di Indonesia.

"Melalui kolaborasi multidisiplin GIC menjalankan tiga peran utama yakni mendorong edukasi melalui pengembangan bukti ilmiah dan peningkatan kapabilitas tenaga kesehatan, memperkuat advokasi melalui kolaborasi dengan organisasi profesi medis dan organisasi lainnya, serta meningkatkan komunikasi melalui materi edukasi berbasis sains bagi tenaga kesehatan dan orang tua," kata Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi Dr. dr. Andy Darma Sp.A Subsp.GH(K) dalam temu media di Jakarta, Rabu.

Dokter lulusan Universitas Airlangga itu mengatakan kebutuhan untuk memperkuat bukti ilmiah edukasi dan kolaborasi multidisiplin di Indonesia semakin penting sejalan dengan meningkatnya perhatian terhadap mikrobiota usus dan biotik.

Atas dasar itu GIC dihadirkan dengan berfokus pada empat area utama yaitu kesehatan saluran cerna imunitas biotik untuk kondisi khusus dan advokasi biotik.

Baca juga: Pentingnya jaga mikrobiota usus di tengah tingginya kelahiran caesar

Menurut dokter lulusan Universitas Airlangga itu, ketertarikan terhadap mikrobiota usus dan biotik terus berkembang seiring dengan semakin banyaknya bukti ilmiah mengenai perannya dalam mendukung kesehatan saluran cerna dan sistem imun.

Namun demikian masih diperlukan upaya untuk memperkuat bukti ilmiah di tingkat lokal meningkatkan pemahaman masyarakat serta mempererat kolaborasi antar-pemangku kepentingan.

"Melalui GIC kami berharap perkembangan ilmu terkait mikrobiota usus kesehatan saluran cerna sistem imun dan biotik dapat terus berkembang serta dikomunikasikan kepada masyarakat secara bertanggung jawab dan berbasis sains" ujar Andy.

Pembentukan GIC juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan World Microbiome Day yang setiap tahunnya menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya mikrobioma dalam mendukung kesehatan.

Melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan kolaborasi multidisiplin GIC diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat pemahaman tenaga kesehatan dan masyarakat mengenai peran biotik untuk mendukung keseimbangan mikrobiota usus, kesehatan saluran cerna, dan imunitas khususnya sejak awal kehidupan.

Baca juga: Menjaga saluran cerna anak demi tumbuh kembang optimal

Senior Clinical Psychologist Dra. A. Ratih Andjayani Ibrahim, M.M., Psikolog menambahkan bahwa tumbuh kembang anak tidak dapat dilihat hanya dari satu aspek.

Semakin banyak bukti ilmiah menunjukkan adanya keterkaitan antara kesehatan saluran cerna dengan perkembangan kognitif, perilaku, dan emosional anak.

Perkembangan kognitif dan emosional anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk nutrisi yang cukup, stimulasi yang tepat, dan lingkungan yang mendukung.

Apabila kesehatan saluran cerna dan daya tahan tubuh anak tidak terjaga dengan baik, anak dapat menjadi lebih rentan mengalami gangguan kesehatan yang berulang.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi kenyamanan, suasana hati, serta kesiapan anak untuk beraktivitas dan menerima stimulasi yang diperlukan dalam proses tumbuh kembangnya.

"Oleh karena itu, menjaga kesehatan saluran cerna sejak dini merupakan bagian penting dari upaya mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal," ujar Ratih.

Baca juga: Probiotik bisa jaga kesehatan mikrobiota yang terganggu akibat polutan

Baca juga: Asupan dalam menjaga mikrobiota usus seimbang untuk saluran cerna

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.