Jakarta (ANTARA) - Atlet panjat tebing disiplin speed putri Indonesia Berthdigna Devi Surya berlaga dalam World Climbing Series Guiyang di China, 11-13 September, sebagai persiapan akhir menjelang Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober.
"Bagi Bertha (Berthdigna) itu adalah persiapan akhir untuk menghadapi Asian Games 2026," kata pelatih kepala timnas panjat tebing Indonesia Galar Pandu Asmoro, di Jakarta, Rabu.
Dia menjelaskan, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) juga mengirim empat atlet lain, sehingga total ada lima pemanjat yang akan berlaga di seri Guiyang.
Lebih lanjut dia menjelaskan, kelima atlet tersebut akan turun pada nomor speed perorangan dan estafet (relay).
Galar menambahkan, kelima atlet itu terdiri dari dua putra dan tiga putri. Di sektor putra, Indonesia akan diwakili oleh Antasyafi Robby Al Hilmi dan Raharjati Nur Samsa.
Baca juga: FPTI mulai punya banyak stok atlet panjat tebing lead dan boulder
Sedangkan di sektor putri, yang berangkat yakni Berthdigna Devi Surya, Rajiah Salsabillah, dan Kadek Adi Asih.
Pada turnamen itu, tambah dia, diharapkan para atlet mampu menjaga performa mereka sehingga bisa menjadi momentum untuk mengukur proses pelatihan selama ini sekaligus memberi prestasi membanggakan untuk Tanah Air.
Khusus bagi Berthdigna, lanjut dia, keberangkatan kali ini diharapkan mampu memberikan performa terbaik sebelum berlaga di Jepang, sekaligus bisa meningkatkan prestasi individu untuk atlet bersangkutan.
Sementara itu, Berthdigna Devi Surya merupakan salah satu atlet yang akan membela Indonesia dalam Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Jepang. Dia bersama Desak Made Rita Kusuma Dewi akan berlaga dalam disiplin speed di sektor putri.
Baca juga: Menpora bidik empat emas Asian Games 2026 Aichi-Nagoya
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.