Washington (ANTARA) - Potensi aliran sungai pegunungan yang destruktif, serupa dengan pemicu bencana di Nepal baru-baru ini, juga ditemukan berada di kawasan Gunung Rainier di Washington D.C., Amerika Serikat, di mana lebih dari 90.000 orang tinggal di zona berisiko itu.
Hal itu disampaikan oleh ahli geologi dari Badan Survei Geologi AS (USGS), Holly Weiss-Racine.
"Lahar (aliran campuran air dan puing bebatuan) merupakan bahaya vulkanik paling berbahaya di kawasan Pegunungan Cascades, karena jangkauan dan daya rusaknya. Lebih dari 90.000 orang tinggal di zona bahaya lahar Gunung Rainier, dengan potensi dampak yang dapat menimpa jutaan orang," kata Weiss-Racine kepada RIA Novosti.
Gunung Rainier merupakan gunung berapi tertinggi di Washington D.C., dengan ketinggian 4.392 meter atau 14.411 kaki.
Baca juga: Runtuhnya gletser di Nepal diduga jadi pemicu banjir bandang dahsyat
Lahar tersebut diperkirakan mampu meluncur sejauh puluhan kilometer dan menghancurkan bangunan serta infrastruktur yang dilalui.
Menurut USGS, dalam kurun waktu 6.000 tahun terakhir, setidaknya 11 aliran lahar besar telah meluncur dari Gunung Rainier dan mencapai dataran rendah Puget Sound.
Sebelumnya, banjir bandang melanda wilayah utara Nepal di pagi hari pada 26 Agustus, setelah aliran air yang sangat deras meluap ke Sungai Bhotekoshi.
Banjir tersebut terjadi setelah gletser mencair dan memicu tanah longsor. Jumlah korban tewas akibat banjir tersebut telah melampaui 1.300 orang, dengan lebih dari 5.500 orang dilaporkan hilang.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: USGS: Banjir bandang di Nepal dipicu runtuhnya gletser
Baca juga: Gletser Swiss menyusut 25 persen dalam 10 tahun terakhir
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.