Agen itu untuk mendaftar. (Kalau) Saya mau mendaftar, kamu bisa ambil face recognition, apakah saya qualified atau tidak untuk terima (bansos).

Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengajak masyarakat untuk menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) guna membantu warga mendaftar dan memperbaiki data penerima bantuan sosial (bansos) digital.

Luhut dalam konferensi pers di Kantor DEN, Jakarta, Kamis, menjelaskan Agen Perlinsos tidak bertugas menyalurkan bantuan maupun menentukan kelayakan seseorang sebagai penerima bansos.

Menurut dia, agen dapat membantu proses pendaftaran warga, termasuk pengambilan data melalui teknologi pengenalan wajah. Data tersebut selanjutnya akan masuk ke sistem pemerintah untuk proses verifikasi.

“Agen itu untuk mendaftar. (Kalau) Saya mau mendaftar, kamu bisa ambil face recognition, apakah saya qualified atau tidak untuk terima (bansos),” ujar Luhut.

Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) itu membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin berkontribusi, termasuk aparatur kewilayahan hingga aparatur sipil negara (ASN).

Pendaftaran menjadi Agen Perlinsos dapat diakses secara mudah melalui portal resmi di https://agent-perlinsos.kemensos.go.id.

Luhut mengatakan sistem Perlinsos ditargetkan mulai diluncurkan secara nasional pada minggu ketiga Oktober 2026. Pemerintah saat ini masih melakukan pembenahan data serta pengujian kesiapan sistem sebelum pelaksanaan secara lebih luas.

“Kami sudah rancang pada bulan Oktober, minggu ketiga kami akan bisa roll out. Saya berharap pada waktu Presiden (Prabowo Subianto) roll out bulan Oktober hampir tidak ada masalah yang serius,” kata Luhut.

Sistem tersebut telah dikembangkan selama sekitar setahun dengan wilayah uji coba awal (pilot project) di Banyuwangi, Jawa Timur. Sejauh ini, pendataan sistem perlinsos digital disebut telah menjangkau 215 kabupaten/kota.

Menurut Luhut, sistem itu akan mengatasi masalah kekeliruan pendataan penyaluran bansos, dengan masyarakat yang berhak mendapatkan bansos kerap kali tereksklusi dari daftar penerima.

“Masyarakat termiskin yang 50 itu sudah pasti akan diberikan,” ujarnya.

Usai pendataan rampung, sistem perlinsos digital rencananya akan diintegrasikan dengan rekening bank penerima bantuan. Luhut menargetkan uji coba penyaluran bansos digital melalui rekening akan mulai dijalankan pada kuartal I-2027.

“Pendistribusian kami uji coba nanti pada kuartal I tahun depan. Jadi, tahun ini kami menyelesaikan semua data ini supaya lebih tertib. Karena selama ini banyak sekali, 50 persen, itu off target sebenarnya,” ujar dia lagi.

Baca juga: Agen Perlinsos dilatih intensif oleh Gugus Tugas KPTDP di Banyuwangi

Baca juga: Banyuwangi libatkan dasawisma perluas pendaftaran Digitalisasi Bansos

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.