Cara Sandiaga Uno hadapi saingan yang punya dukungan kuat

Cara Sandiaga Uno hadapi saingan yang punya dukungan kuat

Sandiaga Uno saat berkunjung ke Kantor Berita ANTARA, Jumat (15/7/2016). (ANTARA News/ Arindra Meodia)

Jakarta (ANTARA News) - Politisi dari Partai Gerindra Sandiaga S. Uno mengatakan ada pengalaman berharga terjun ke politik, salah satunya  cara pandang terhadap lawan-lawan politik, khususnya menghadapi Pilgub 2017.

Sandi mencontohkan, ketika menghadapi lawan politik yang memiliki basis dukungan sangat kuat maka harus dihadapi dengan sabar dan tidak dengan cara yang menjurus pada penghasutan.

"Untuk kasus di Jakarta, siapa yang menyerang lawan atau calon lain maka akan menerima kerugiannya sendiri. Karena warga Jakarta pada dasarnya tidak jika ada yang menjelek-jelekkan, tidak suka persaingan," tutur Sandiaga saat berkunjung ke kantor LKBN Antara di Jakarta, Jumat sore.

Sandi meminta kepada semua bakal calon maupun para pendukungnya agar menghormati pihak lain yang akan bertarung dalam Pilgub DKI 2017.

"Jika ada yang suka menyerang Pak Gubernur, tolong lah untuk menghormati. Bagaimana pun beliau adalah pemimpin kita sekarang. Warga Jakarta sudah bisa berpikir, bahkan bisa memeriksa rekam jejak tiap calon," tuturnya.

Sandiaga mengatakan dapat pelajaran berharga dalam dunia politik tersebut.

"Keluarga besar saya pengajar, hanya saya yang berwirausaha. Lalu diminta ikut terlibat ke dalam dunia politik, yang saya masih awam dengan hal tersebut," katanya.

Jika terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta, dia mengatakan sudah punya fokus terhadap masalah yang dihadapi.

"Kekhawatiran masyarakat Jakarta, selain kemacetan dan infrastruktur, adalah terkait dengan lapangan pekerjaan dan harga-harga bahan pokok," katanya.

Dia menyebut, 39 persen warga menginginkan pengendalian harga, karena kekhawatiran harga bahan pokok semakin meningkat, dan 30 persen menginginkan penyediaan lapangan kerja.

Pendiri Saratoga Capital itu menyatakan bahwa penyelesaian masalah harga bahan pokok adalah memastikan kelancaran pasokan bahan-bahan pokok.

Dia mengatakan saat ini rantai distribusi sejumlah komoditas seperti daging sapi dinilai panjang dan tidak sederhana.

"Kami bakal menciptakan sistem distribusi terbuka dan berkeadilan," katanya.

Dalam hal penciptaan lapangan kerja, Sandiaga mengingatkan bahwa masa depan penciptaan lapangan kerja di Jakarta adalah dengan mengembangkan UMKM serta berkolaborasi dengan sejumlah daerah di sekitar Ibu Kota.

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar