Jakarta (ANTARA) - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menilai prospek usaha pertambangan nikel masih solid dalam beberapa tahun ke depan seiring dengan perkembangan teknologi terkini seperti kecerdasan buatan (AI), hingga kendaraan terbang listrik lepas landas vertikal (eVTOL).
“Tapi saya melihat ke depan, nikel ini masih sangat promising,” kata Presiden Direktur dan CEO PT Vale Bernardus Irmanto dalam paparan publik (public expose) secara daring di Jakarta, Kamis.
“Kita tidak hanya melihat pemakaian nikel sebagai baterai mobil listrik, tapi kita melihat juga tren-tren ke depan tentang robotics, tentang AI, tentang data center, tentang eVTOL, misalnya, yang akan membutuhkan banyak sekali volume nikel,” imbuhnya.
Menurut Bernardus, peluang ini masih menjanjikan terlepas dari adanya sejumlah tantangan, utamanya dari situasi geopolitik dunia yang akan berdampak pada harga-harga komoditas pendukung operasional.
“Kita masih melihat prospek nikel ke depan bagus, solid, walaupun dalam jangka pendek mungkin ada turbulence dari sisi balance supply-demand, kemudian juga kondisi geopolitik yang mempengaruhi harga-harga komoditas yang memang digunakan untuk produksi nikel,” jelas dia.
Lebih lanjut, Bernardus mengatakan dengan perkembangan teknologi yang semakin matang, kebutuhan nikel sebagai bahan baku utama dan pendukung masih relevan di masa depan.
“Apalagi kalau teknologi itu sudah maturing, maka kebutuhan nikel itu akan bertambah, didorong juga karena kebutuhan-kebutuhan baru. Jadi we are investing today for tomorrow, untuk kebutuhan-kebutuhan di kemudian hari,” kata Bernardus.
Baca juga: Vale pastikan pabrik Morowali dan Pomalaa beroperasi sesuai target
Baca juga: Vale optimistis capai target produksi 67.645 metrik ton pada 2026
Meski demikian, ia menilai perusahaan juga harus memiliki mitigasi jangka pendek-menengah, terutama di tengah volatilitas harga komoditas dunia saat ini.
“Jadi yang kita harus hati-hati adalah menavigasi short term. Jadi, yang short term shock terkait dengan profitability, terkait komoditas yang fluktuatif, tentang harga-harga komoditas yang sedang tinggi, itu harus kita mitigate,” kata Bernardus.
Ia menambahkan, PT Vale juga mempersiapkan diversifikasi produk melalui proyek-proyek strategis untuk menambah daya saing dan nilai tambah komoditas.
“Kita akan mempunyai produk-produk yang ter-diversifikasi, ada nikel matte, kita juga masih punya ore, dan cara kita juga bring value from those product,” kata Bernardus.
“Kita juga punya partnership yang lengkap, artinya bukan hanya memproduksi saja, tetapi the end off-taker, (seperti) pabrikan mobil dan pabrikan baterai itu ada sebagai partner kita,” imbuhnya.
Baca juga: VDNI perkuat daya saing di tengah dinamika pasar global
Baca juga: Hakikat hilirisasi nikel yang berdampak bagi negeri
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.